Revitalisasi Pasar Raya Padang Dimulai 22 Juni, Pedagang Mulai Cemas: Kami Masih Bingung Nasibnya Bagaimana

PADANG, ALINIANEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersiap memulai proyek revitalisasi besar-besaran di kawasan Pasar Raya Padang. Pekerjaan yang dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026 itu akan menyentuh berbagai fasilitas utama, mulai dari kawasan Air Mancur, basement pasar, jalan, drainase hingga trotoar.

Di tengah rencana penataan tersebut, sejumlah pedagang mulai mempertanyakan nasib mereka selama proyek berlangsung, terutama pedagang kaki lima yang sehari-hari menggantungkan penghasilan di kawasan pusat perdagangan terbesar di Kota Padang itu.

Seorang pedagang buah di Pasar Raya, Mismar, mengaku hingga kini belum menerima informasi yang jelas mengenai dampak revitalisasi terhadap aktivitas pedagang.

Iklan

“Kami dengar memang akan ada perbaikan. Cuma kami masih bingung bagaimana nasib pedagang di sini, apakah ada penggusuran atau tidak,” katanya dilansir dari Langgam.id.

Menurut Mismar, para pedagang pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah memperbaiki kawasan Pasar Raya. Namun mereka berharap tetap diberikan ruang untuk berjualan selama proses pembangunan berlangsung.

“Kalau disuruh pindah, ya, pindah. Yang penting kami tetap bisa berjualan,” ungkapnya.

Rencana revitalisasi tersebut sebelumnya diumumkan Dinas Perdagangan Kota Padang melalui surat pemberitahuan resmi Nomor 500.2/152/Dg-2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan.

Menurut Fizlan, proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana publik yang bertujuan memperbaiki kualitas kawasan perdagangan utama Kota Padang.

BACA JUGA  Pertamax Tiba-Tiba Tembus Rp17.000 per Liter di Sumbar, Pengelola SPBU Mengaku Kaget

“Proyek fisik ini bakal menyasar area inti seperti Kawasan Air Mancur Pasar Raya, serta area Basement di Blok II dan Blok III,” ujar Fizlan Setiawan.

Selain kawasan inti pasar, pekerjaan juga akan mencakup perbaikan sejumlah ruas jalan strategis seperti Jalan Pasar Raya, Jalan Permindo, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang, dan Jalan Sandang Pangan.

Untuk mengurangi potensi banjir dan genangan, pemerintah juga akan melakukan pembenahan drainase di sejumlah titik, meliputi Jalan Pasar Raya, Jalan M. Yamin, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Sandang Pangan hingga Jalan Gereja.

Sementara itu, pembangunan trotoar akan dilakukan di Jalan Pasar Raya, Jalan M. Yamin, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Sandang Pangan, Jalan Permindo, serta kawasan Air Mancur.

Fizlan mengakui proyek yang berlangsung selama lebih dari enam bulan itu akan berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian kawasan.

“Mengingat cakupan pekerjaan yang cukup luas, selama masa pengerjaan proyek akan terjadi gangguan aktivitas serta perubahan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Pemerintah Kota Padang bersama instansi terkait akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Raya guna kelancaran bersama,” ungkapnya.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan selama proyek berlangsung. Rute pengalihan dan pengaturan arus kendaraan akan diumumkan secara bertahap kepada masyarakat.

BACA JUGA  Saat Sumbar Berjuang Pulih dari Bencana, Belanja Miliaran DPRD Sumbar Bikin Geleng Kepala

Di lapangan, tanda-tanda revitalisasi memang mulai terlihat. Petugas parkir di kawasan Pasar Raya, Beni, mengaku telah melihat aktivitas pengukuran dan survei yang dilakukan petugas dalam beberapa pekan terakhir.

“Beberapa minggu lalu sudah ada petugas yang mengukur jalan dan melakukan pengecekan di sekitar Pasar Raya sampai Permindo,” kata dia.

Meski proyek segera dimulai, aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Raya masih berjalan normal. Pedagang kaki lima masih berjualan di sepanjang sisi jalan, mulai dari pedagang buah, makanan, pakaian hingga kebutuhan rumah tangga.

Pengunjung juga masih terlihat ramai keluar masuk pertokoan dan pusat perbelanjaan, mulai dari toko pakaian, emas hingga bahan kain. Transaksi jual beli berlangsung seperti biasa di bawah payung-payung dagangan yang memenuhi sebagian trotoar.

Menyadari potensi dampak sosial dan ekonomi selama proses pembangunan, Pemko Padang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pedagang, pelaku usaha dan pengguna jalan yang terdampak.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pedagang, pelaku usaha, pengendara, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas yang ditimbulkan selama proses pembangunan ini berjalan,” pungkas Fizlan.

Revitalisasi Pasar Raya Padang diharapkan mampu menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih tertata, nyaman dan representatif. Namun di sisi lain, kepastian mengenai keberlangsungan aktivitas para pedagang selama masa pembangunan menjadi perhatian yang kini mulai mengemuka. (*/Rel)

BACA JUGA  Jalur Maut Padangpanjang–Bukittinggi Kembali Disorot, Truk Berat Diusulkan Dibatasi Melintas
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses