Prabowo Siapkan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Siswa Wajib Kuasai Bahasa Asing dan Tinggal di Asrama

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026. Program pendidikan unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dirancang sebagai sekolah berasrama dengan kurikulum kombinasi nasional dan internasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan pembangunan sekolah tersebut menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Mu’ti saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.

Iklan

Mu’ti menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan sekolah unggul total yang menerapkan sistem berasrama. Saat ini pemerintah telah menerima berbagai usulan terkait lokasi pembangunan sekolah tersebut.

Menurut dia, lima Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibuka di balai-balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Lima itu kami buka di balai-balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kemudian ada satu di IKN (Ibu Kota Nusantara),” ujarnya.

Selain memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, pemerintah juga akan membangun sekolah baru di sejumlah daerah yang telah melalui proses seleksi.

“Nanti kita bangun baru di daerah yang sudah di seleksi,” jelas Mu’ti.

Konsep Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang berbeda dari program pendidikan lain yang telah berjalan, seperti Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggul Garuda.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, menjelaskan sekolah tersebut akan mengusung transformasi pembelajaran yang berkelanjutan antarjenjang pendidikan dengan memadukan kurikulum nasional dan internasional.

BACA JUGA  WALHI Desak Mabes Polri Ambil Alih Kasus PETI Sumbar

“Transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang dengan kurikulum kombinasi nasional dan internasional,” kata Arif.

Menurut Arif, proses pembelajaran akan menggunakan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS). Selain itu, siswa juga diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sebagai bahasa pengantar komunikasi sehari-hari.

Bahasa asing yang akan digunakan antara lain Mandarin, Jepang, Arab, hingga Perancis.

Sekolah Nasional Terintegrasi juga akan dilengkapi dengan program sertifikasi pelatihan dan penguatan keahlian peserta didik untuk mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi.

“Melalui Sekolah Terintegrasi, akan kita bangun sistem yang memastikan layanan pendidikan berkualitas, menjadi rujukan bagi sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efisien dan sesuai kebutuhan, serta menjadi pusat peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan di satu wilayah,” ujarnya.

Arif menambahkan, Sekolah Nasional Terintegrasi akan hadir dengan fasilitas lengkap dalam satu kawasan pendidikan terpadu yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini juga dirancang bersifat inklusif serta bebas pungutan biaya bagi peserta didik.

Pemerintah berharap kehadiran 100 Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjadi pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses