Pertamax Tiba-Tiba Tembus Rp17.000 per Liter di Sumbar, Pengelola SPBU Mengaku Kaget

PADANG, ALINIANEWS.COM  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di Sumatera Barat memicu kejutan, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Mulai Rabu (10/6/2026) pukul 00.00 WIB, harga Pertamax di Sumbar resmi melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan sebesar Rp4.100 atau sekitar 31 persen itu bahkan disebut-sebut baru diketahui sejumlah pengawas SPBU beberapa jam sebelum diberlakukan.

Pengawas SPBU Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Dasfitriyan, mengaku pihaknya baru menerima informasi dari Pertamina sekitar pukul 23.00 WIB pada malam sebelum kebijakan berlaku.

Iklan

“Kami juga kaget. Baru tadi malam diberi tahu. Tidak menyangka sama sekali harga langsung naik menjadi Rp17.000 per liter,” kata Dasfitriyan, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, hingga siang hari aktivitas pengisian BBM masih berjalan normal. Belum terlihat adanya lonjakan antrean kendaraan pada jalur Pertalite maupun penurunan signifikan pembelian Pertamax.

Ia menduga banyak masyarakat yang belum mengetahui kenaikan harga tersebut.

“Kalau masyarakat sudah banyak yang tahu, kemungkinan ada yang beralih ke Pertalite,” ujarnya.

Pengawas SPBU Sama-Sama Terkejut

Kejutan serupa dirasakan oleh Asisten Pengawas SPBU Jati, Kecamatan Padang Timur, Muhammad Fadhli. Ia mengaku baru mengetahui perubahan harga Pertamax pada Selasa malam.

“Tidak ada pemberitahuan jauh hari. Saya pun baru tahu semalam. Rupanya sudah naik saja. Kaget juga,” katanya.

BACA JUGA  Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Siap Bongkar Nama-Nama Besar: Saya Ditekan, Otaknya Bukan Saya!

Hal yang sama disampaikan Pengawas SPBU Ampang, Kecamatan Kuranji, Afrikman. Menurutnya, informasi kenaikan harga baru diterima beberapa jam sebelum diberlakukan.

“Kalau dari Pertamina tidak ada pemberitahuan jauh-jauh hari. Baru dibilang tadi malam harga Pertamax naik menjadi Rp17.000 per liter,” ujarnya.

Meski demikian, hingga Rabu siang belum ada protes ataupun keluhan dari konsumen di ketiga SPBU tersebut. Sebagian pelanggan hanya mempertanyakan alasan kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi dalam satu kali penyesuaian.

Pertamax Sumbar Jadi yang Termahal

Kenaikan ini membuat harga Pertamax di Sumatera Barat lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Untuk BBM dengan spesifikasi yang sama, yakni Pertamax RON 92, harga di berbagai wilayah Indonesia saat ini berada di angka Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara di Sumbar, harga jualnya mencapai Rp17.000 per liter.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menjelaskan perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diterapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, karena Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, komponen pajak menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga jual di setiap provinsi.

“Kenapa harga di Sumbar lebih tinggi daripada daerah lain, karena BBM non-subsidi ini setiap daerah berbeda pajaknya, yaitu Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB,” kata Helmi.

BACA JUGA  Belanja Pegawai Daerah Meledak, Tito Karnavian Siapkan Jalan Keluar untuk PPPK

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan tarif PBBKB sebesar 10 persen, lebih tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lain yang menerapkan tarif sekitar 7,5 persen.

“Kalau di daerah lain ada yang kisarannya 7,5 persen. Kalau di Sumbar 10 persen. Karena itu harga Pertamax kita menjadi Rp17.000 per liter,” ujarnya.

Potensi Peralihan ke Pertalite

Dengan selisih harga yang kini semakin lebar, sejumlah pengelola SPBU memperkirakan sebagian konsumen akan mulai mempertimbangkan beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite.

Namun hingga hari pertama penerapan harga baru, belum terlihat perubahan signifikan pada pola pembelian masyarakat di Kota Padang.

Kondisi tersebut diperkirakan akan berubah setelah informasi kenaikan harga Pertamax semakin luas diketahui publik dalam beberapa hari ke depan.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses