DHARMASRAYA, ALINIANEWS.COM – Pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Pulau Sawah, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, terus dipercepat agar dapat mulai digunakan pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026. Proyek yang menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut kini telah mencapai progres fisik 74 persen.
Untuk mengejar target penyelesaian, sebanyak 2.500 pekerja dikerahkan dan bekerja dalam tiga sif setiap hari. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah berasrama itu selesai pada akhir Juni 2026.
Kepala Satuan Kerja Pembangunan Sekolah Rakyat, Riri Firdaus, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Alhamdulillah progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 74 persen. Kami terus melakukan percepatan agar pembangunan dapat selesai pada akhir Juni sesuai target yang diberikan Bapak Menteri Pekerjaan Umum,” kata Riri saat mendampingi peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan ribuan pekerja menjadi faktor penting dalam mengejar target pembangunan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bergantian selama 24 jam penuh agar proyek berjalan sesuai jadwal.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo telah meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya bersama Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.
“Per kemarin sore, saya koordinasi sudah sekitar sembilan persen. Jadi mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Mungkin ada beberapa yang belum selesai tuntas, dan sudah saya sampaikan agar rumput untuk lapangan bola segera disemai karena itu memakan waktu cukup lama dan tidak bisa mendadak. Tapi overall bagus,” kata Menteri Dody.
Ia menegaskan progres pembangunan harus terus dikejar dengan target minimal dua persen per hari agar penyelesaian proyek tidak mengalami keterlambatan.
“Jadi untuk Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini kita kejar. Mudah-mudahan per hari bisa minimal dua persen. Kalau misalnya per hari nggak bisa mencapai dua persen karena hujan atau lainnya, besoknya saya minta untuk di-catch up. Jadi, kalau hari ini ketinggalan setengah persen, berarti besoknya mesti 2,5 persen,” tegasnya.
Menurut Dody, percepatan pembangunan dilakukan agar siswa yang saat ini masih belajar di Sekolah Rakyat rintisan dapat segera menempati fasilitas baru pada tahun ajaran mendatang.
Sekolah Rakyat di Dharmasraya dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Kawasan ini dilengkapi asrama, ruang makan, rumah ibadah, fasilitas olahraga, lapangan sepak bola hingga lapangan atletik. Seluruh kebutuhan pendidikan siswa, termasuk seragam dan buku, juga ditanggung pemerintah.
Dody menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.
“Jadi, sebetulnya ini adalah ide mulia Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan agar kemiskinan ekstrim dapat segera dihapuskan dari Indonesia. Penghapusan kemiskinan ekstrim itu paling mudah melalui sekolah,” ujarnya.
Perkembangan pembangunan juga ditinjau langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat sejumlah bangunan yang sedang dikerjakan serta meninjau site plan kawasan Sekolah Rakyat.
Annisa menegaskan pentingnya penyelesaian proyek tepat waktu agar sekolah dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Forkopimda berkomitmen mendukung seluruh program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di daerah. Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat penting karena memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Annisa.
Ia mengungkapkan bahwa selain pembangunan fisik, proses seleksi calon siswa dan tenaga pendidik juga mulai dilakukan oleh Kementerian Sosial. Bahkan pada hari pertama pembukaan pendaftaran guru, tercatat sudah ada 12 pelamar yang mendaftar.
Meski percepatan pembangunan terus dilakukan, Annisa mengingatkan agar kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama mengingat sekolah tersebut nantinya akan menampung ribuan siswa.
“Sekolah ini nantinya akan menampung ribuan siswa. Karena itu kualitas bangunan dan aspek keamanan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat. Bahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat tambahan pada tahun depan.
“Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menargetkan pembangunan tambahan tujuh Sekolah Rakyat pada tahun depan dengan luas kawasan rata-rata delapan sampai 10 hektare,” kata Vasko.
Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya dapat selesai sesuai target sehingga segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok yang membutuhkan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (*/Rel)




