AGAM, ALINIANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Rabu (10/6/2026) dini hari memicu tanah longsor di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Kota Bukittinggi. Akibatnya, akses utama di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Material longsor berupa tanah dan batang kayu menimbun badan jalan sepanjang sekitar enam meter dengan ketinggian mencapai satu meter. Kondisi tersebut memaksa arus lalu lintas dari arah Lubuk Basung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya dialihkan melalui jalur alternatif.
Camat Ampek Koto, Subhan, mengatakan longsor terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak dini hari.

“Longsor juga membawa material kayu sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dari Lubuk Basung-Bukittinggi dan dialihkan melalui Panta,” kata Subhan di Lubuk Basung, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, warga setempat langsung bergerak melakukan gotong royong sejak pagi untuk membersihkan material pohon tumbang dan tanah longsor menggunakan peralatan seadanya. Namun karena volume material cukup besar, proses pembersihan membutuhkan dukungan alat berat.
Tak lama berselang, alat berat milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Provinsi tiba di lokasi untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang tertutup.
“Mudah-mudahan pembersihan material tanah longsor cepat selesai, agar akses lalu lintas kembali normal,” ujarnya.
Lokasi Longsor Merupakan Titik Rawan
Subhan mengungkapkan lokasi longsor kali ini merupakan titik yang sebelumnya juga pernah mengalami bencana serupa pada November 2025 lalu. Saat itu, longsor menyebabkan tebing runtuh dan sebagian badan jalan mengalami kerusakan akibat terban.
Selain di Kampuang Baruah, sejumlah titik lain di kawasan Sungai Landia juga dilaporkan mengalami longsor akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kita telah melakukan koordinasi dengan UPT Jalan Provinsi setelah mendapatkan laporan tanah longsor di Sungai Landia,” katanya.
Selain longsor, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di kawasan Kelok 10. Tim BPBD Agam diterjunkan untuk membantu proses pembersihan bersama pemerintah nagari dan masyarakat setempat.
“Satgas BPBD Agam ditugaskan untuk membersihkan sisa kayu tumbang yang sudah dibantu nagari,” ujarnya.
Setelah penanganan pohon tumbang selesai, personel BPBD akan difokuskan untuk membantu proses pembersihan material longsor di Sungai Landia agar jalur penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi bisa segera dibuka kembali.
Hingga Rabu siang, alat berat masih bekerja menyingkirkan material longsor dari badan jalan, sementara kendaraan dari kedua arah masih harus menggunakan jalur alternatif. (*/Rel)



