DR. Syartiwidya, “Dokter Spesialis” MBG dari Pekanbaru

DR. Syartiwidya, “Dokter Spesialis” MBG dari Pekanbaru

Ketika Kepala KPPG Bukan Hanya Mengatur Program, Tapi Juga Menjadi Tempat Curhat Para Mitra SPPG

PADANG, 15 Mei 2026 — Di tengah padatnya tanggung jawab mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga provinsi sekaligus — Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau — sosok DR. Syartiwidya, STP, M.Si ternyata memiliki “profesi baru” yang mungkin tidak pernah tertulis dalam struktur organisasi resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Iklan

Beliau kini bukan hanya dikenal sebagai Kepala KPPG Pekanbaru yang tegas dalam menjaga tata kelola Program MBG, tetapi juga telah menjelma layaknya seorang “Dokter Spesialis SPPG”, tempat para Mitra datang mengadu, berkonsultasi, bahkan mencurahkan berbagai persoalan operasional yang mereka hadapi di lapangan.

Dan semua itu beliau layani dengan satu hal yang kini mulai langka di birokrasi modern : kesabaran, empati dan ketulusan.

Pemandangan itu tampak jelas pada Sabtu pagi di Hotel Mercure Padang, di sela-sela kehadiran beliau menghadiri Acara Pernikahan Putra Drs. H. Marlis, MM, C.Med — Ketua DPW HMD GEMAS Provinsi Sumatera Barat, yaitu HAGIE & TIARA di Hotel Mercure Padang, Sabtu 16 Mei 2026.

Di saat sebagian tamu sibuk menikmati suasana sarapan pagi dipinggir kolam Renang hotel Mercure , DR. Syartiwidya justru masih disibukkan dengan “ruang konsultasi berjalan” yang didatangi berbagai Mitra SPPG dari sejumlah daerah.

BACA JUGA  Bankir Sederhana di Pagi Hari: Ketika Rossy Afiano Memilih Naik Ojol

Satu per satu mereka datang membawa persoalan.

Mulai dari dr. Ira Yanti — mantan Direktur Utama RS Hasan Sadikin Bandung dan RSUP dr.M. Djamil Padang — yang mengeluhkan akun SPPG miliknya tiba-tiba hilang dari Portal MBG padahal pembangunan.Dapurnya sdh selesai 100 %.

Kemudian Defrino Anwar yang melaporkan kondisi SPPG miliknya yang telah mengalami suspend hampir dua bulan dan belum kembali aktif hingga saat ini.

Hingga rombongan Yayasan Muhammadiyah Dharmasraya yang juga datang untuk berdiskusi terkait berbagai dinamika teknis pelaksanaan Program MBG di lapangan.

Yang menarik, seluruh keluhan itu diterima beliau dengan wajah tenang, bahasa yang santun dan pendekatan yang sangat humanis.

Tidak ada ekspresi tergesa-gesa. Tidak ada kesan birokratis yang kaku. Tidak ada sikap merasa terganggu.

Padahal secara jabatan, beliau memiliki kewenangan strategis yang sangat besar dalam mengkoordinasikan jalannya Program MBG di tiga provinsi.

Namun yang terlihat justru sosok pemimpin yang mau duduk bersama, mendengar langsung persoalan Mitra, lalu mencoba mencarikan solusi terbaik secara profesional.

“Kadang kami merasa bukan sedang bicara dengan pejabat, tapi seperti sedang berkonsultasi dengan dokter spesialis yang benar-benar memahami keluhan pasiennya,” ujar salah seorang Mitra sambil tersenyum.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan betapa kompleksnya dinamika Program MBG di lapangan.

Program nasional sebesar MBG ternyata bukan hanya membutuhkan regulasi dan anggaran, tetapi juga membutuhkan figur-figur pemimpin yang memiliki kesabaran ekstra, kemampuan komunikasi yang baik, serta empati tinggi terhadap para pelaksana di lapangan.

BACA JUGA  Terungkap! 90 Persen Resort di Mentawai Diduga Dikuasai Asing, Daerah Terancam Cuma Jadi Penonton

Dan dalam konteks itu, banyak Mitra menilai DR. Syartiwidya telah menunjukkan karakter kepemimpinan yang berbeda.

Beliau bukan tipe pejabat yang hanya aktif di ruang rapat dan forum formal, tetapi hadir langsung di tengah persoalan, mendengar suara Mitra, serta berusaha menjaga semangat seluruh pihak agar tetap percaya terhadap Program Strategis Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Drs. H. Marlis, MM, C.Med selaku Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar bahkan menyampaikan apresiasi khusus atas dedikasi Kepala KPPG Pekanbaru tersebut.

“Terus terang kami melihat beliau bekerja bukan hanya dengan jabatan, tetapi juga dengan hati. Ditengah beban tugas yang luar biasa besar, beliau tetap bersedia melayani berbagai keluhan Mitra secara sabar, ramah dan solutif. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar Marlis.

Menurutnya, kehadiran figur seperti DR. Syartiwidya menjadi energi penting dalam menjaga semangat para Mitra SPPG di daerah.

“Sebab dilapangan ini persoalannya sangat kompleks. Kadang Mitra hanya butuh didengar, diberi arahan dan diyakinkan bahwa persoalan mereka diperhatikan. Dan itu dilakukan beliau dengan sangat baik,” tambahnya.

Di tengah derasnya kritik, tekanan dan tingginya ekspektasi publik terhadap Program MBG, sosok-sosok pekerja sunyi seperti DR. Syartiwidya mungkin memang tidak banyak tampil di panggung besar.

Namun justru dari tangan dingin, kesabaran dan ketulusan para pemimpin seperti inilah roda besar Program MBG terus bergerak menjaga harapan jutaan masyarakat Indonesia. (*/Redaksi )

BACA JUGA  Anak-Anak Muda Sumbar Bangun Konsorsium MBG, Ketua PWI dan Ketua APERSI Turut Bergabung
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses