LIMA PULUH KOTA, ALINIANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Limapuluh Kota sejak Selasa sore (12/5/2026) memicu bencana longsor dan jalan amblas di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Akibatnya, akses utama menuju nagari tersebut terputus total dan sekitar 600 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa dilaporkan terisolasi.
Bencana terjadi di kawasan Lokuak Pangorangan. Ruas jalan kabupaten yang menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk warga amblas membentuk lubang besar menyerupai sinkhole, sementara material longsor menutup badan jalan di titik lainnya.
Kepala Jorong Ateh Nagari Ladang Laweh, Riswan, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 23.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari.

“Kejadiannya sekitar jam 11.30 WIB. Di kawasan ini ada dua titik longsor,” ujarnya.
Menurut Riswan, informasi awal diterima dari masyarakat yang melihat tebing di sekitar jalan mulai runtuh. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan satu titik longsor dan satu titik jalan amblas yang sama-sama menutup akses utama warga.
“Informasi awal berasal dari warga. Setelah dicek ke lokasi memang ada dua titik longsor di jalur ini,” katanya.
Ia menduga tingginya curah hujan menjadi penyebab utama bencana tersebut. Kondisi tanah yang labil membuat tebing di pinggir jalan tidak mampu menahan debit air sehingga longsor dan menyebabkan sebagian badan jalan runtuh ke arah jurang.
“Diduga penyebab longsor akibat tingginya curah hujan sejak pukul 15.30 WIB,” jelasnya.
Riswan menambahkan, hingga Rabu pagi alat berat untuk membersihkan material longsor belum juga tiba di lokasi. Warga masih berupaya membuka akses secara manual sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
“Ini merupakan jalan masuk ke Nagari Situjuah Ladang Laweh,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan rusak cukup parah. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan, sementara sebagian ruas lainnya amblas membentuk lubang besar dan dalam. Warga tampak berkumpul di sekitar lokasi sambil menunggu proses penanganan dilakukan.
Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, mengatakan dampak bencana menyebabkan masyarakat tidak bisa keluar maupun masuk kampung menggunakan kendaraan.
“Iya. Sebanyak 600 Kepala Keluarga atau 2.000 jiwa warga kami, terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar-masuk. Kami minta bantuan pemda,” katanya bersama Ketua Bamus Ustad Yulius, Bhabinkamtibmas Aiptu Rinaldi, Babinsa, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh total. Anak-anak diliburkan dari sekolah, distribusi kebutuhan pokok terganggu, dan aktivitas ekonomi masyarakat nyaris berhenti karena akses transportasi terputus.
Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang turun langsung meninjau lokasi meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani dampak bencana.
“Jalan kabupaten ini tak hanya amblas dan berlubang mirip sinkhole, tapi juga tertimbun material longsor,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Ia menegaskan, kondisi jalan tersebut sudah tidak memungkinkan dilalui kendaraan dan membutuhkan penanganan darurat secepat mungkin.
“Dampaknya, sebanyak 600 KK dengan total 2.000-an jiwa warga terisolasi. Sekolah libur. Ekonomi nyaris lumpuh. Jalan ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Fajar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota segera melakukan kaji cepat kerusakan, pembersihan material longsor, hingga pemulihan akses jalan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kita minta, pemda segera melakukan langkah tanggap darurat. Mulai dari kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana, penyelamatan dan evakuasi, pembersihan lokasi, sampai pemenuhan kebutuhan dasar warga yang melakukan evakuasi secara mandiri,” terangnya.
Ia bahkan meminta pemerintah daerah tidak ragu menetapkan status tanggap darurat apabila dampak bencana terus meluas dan membutuhkan mobilisasi anggaran serta bantuan lintas sektor.
Selain di Situjuah Ladang Laweh, cuaca ekstrem juga memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah lain di Limapuluh Kota. Di Nagari Tungkar, warga dilaporkan mengungsi akibat banjir. Luapan Batang Sandir atau Batang Air Pondam juga merendam lahan pertanian serta merusak kawasan lubuk ikan larangan milik masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari area longsor karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun di kawasan tersebut. (*/Rel)



