SPPG Alinia Perketat Pengawasan Dapur MBG, Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas dan Integritas Program Nasional
Padang, 5 Maret 2026 – Manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Alinia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas, integritas, dan kredibilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerbitan Surat Edaran Nomor: 01/SE-SPPG/ALINIA/III/2026 tentang Peningkatan Pengawasan Kualitas dan Pelayanan Program MBG di seluruh unit SPPG Alinia.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah proaktif dan strategis dalam merespon meningkatnya perhatian publik terhadap pelaksanaan Program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia yg menaungi SPPG Alinia, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, yang juga merupakan Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas ( HMD GEMAS ) Prov. Sumatera Barat, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mendukung program tersebut secara administratif, tetapi juga berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas dapur MBG secara ketat dan profesional.
> “Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi besar negara untuk masa depan generasi Indonesia. Oleh karena itu, seluruh dapur MBG harus dikelola secara profesional, transparan, dan berintegritas. Kami di SPPG Alinia tidak akan memberikan ruang sedikit pun terhadap praktik yang dapat menurunkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat,” tegas Marlis. Menurutnya, meningkatnya perhatian publik terhadap dapur MBG harus dimaknai sebagai bentuk kontrol sosial yang positif, sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pengelola dapur untuk terus meningkatkan standar kerja dan akuntabilitas.
Melalui surat edaran tersebut, Manajemen SPPG Alinia mewajibkan seluruh jajaran SPPG untuk:
• Melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh bahan baku dari supplier, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, guna memastikan bahan makanan yang digunakan memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan konsumsi.
• Menjaga konsistensi kualitas menu MBG, termasuk kesesuaian porsi, harga, serta kandungan gizi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
• Menjamin standar higienitas dapur secara disiplin, mulai dari area produksi, penyimpanan bahan makanan, peralatan masak, hingga proses pengolahan dan distribusi makanan.
• Memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pengawas program, maupun unsur masyarakat guna memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan dan akuntabel. SPPG Alinia sendiri saat ini mengelola 7 unit SPPG di berbagai wilayah, antara lain Sitiung, Muaro Paneh, Parak Karakah, Ulakan, Nan Sabaris, Pakandangan, dan Pilubang, yang setiap hari melayani ribuan penerima manfaat. Marlis menegaskan bahwa mayoritas dapur MBG di lapangan bekerja dengan standar yang baik dan penuh dedikasi, sehingga tidak tepat jika kualitas dapur MBG digeneralisasi hanya berdasarkan kasus-kasus terbatas yang bersifat insidental.
> “Kami berdiri di garis depan untuk memastikan dapur MBG bekerja dengan standar yang benar. Para pengelola dapur, relawan, serta tenaga kerja di lapangan bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi,” ujarnya. Lebih jauh, ia juga menekankan bahwa Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, melalui keterlibatan petani lokal, peternak, pelaku UMKM pangan, serta tenaga kerja masyarakat sekitar dalam rantai pasok program tersebut. Karena itu, SPPG Alinia menilai bahwa keberhasilan Program MBG harus dijaga bersama melalui pengawasan yang objektif, perbaikan yang konstruktif, serta dukungan publik yang proporsional.
> “Program ini adalah kerja besar bangsa. Kritik tentu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa program ini terus diperbaiki, diperkuat, dan dijaga integritasnya demi masa depan generasi Indonesia,” tutup Drs. H. Marlis. (*/Redaksi )




