Mulai Agustus, Kopdes Merah Putih Siap Salurkan LPG hingga Beras Subsidi, Ini Skemanya

JAKARTA – Pemerintah memastikan penyaluran berbagai barang bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, pupuk, hingga beras, akan dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Kebijakan yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto itu sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai nasib ribuan agen dan pangkalan yang selama ini telah beroperasi.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan keberadaan agen maupun pangkalan tidak akan dimatikan. Menurutnya, mekanisme penyaluran akan diatur lebih lanjut oleh kementerian teknis sehingga seluruh pihak tetap mendapat ruang dalam sistem distribusi baru.

“Ya diatur, itu teknisnya, diatur oleh Kementerian teknis. Kemarin juga ada Dirut Pertamina, tapi prinsipnya barang bersubsidi menurut arahan Presiden itu harus disalurkan langsung kepada masyarakat melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry usai Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

Iklan

Ia menegaskan, kehadiran Kopdes Merah Putih bukan untuk menghapus peran agen maupun pangkalan yang telah berjalan selama ini.

“Enggak, dikurangin ada lah. Jangan semuanya kan koperasi kan jumlahnya ada ribuan agen ada belasan atau puluhan ribu pangkalan itu kan nanti bisa diatur,” pungkas Ferry.

Tak Hanya Salurkan LPG, Kopdes Juga Distribusikan Berbagai Bantuan Pemerintah

Ferry menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi berbagai barang subsidi pemerintah, mulai dari LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, hingga beras.

Selain itu, koperasi juga akan menyalurkan berbagai program bantuan pemerintah, di antaranya bantuan beras 10 kilogram Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai bagi masyarakat miskin desil 1 dan 2, serta bantuan di sektor pertanian.

Menurut Ferry, penguatan fungsi koperasi juga didukung akses pembiayaan melalui berbagai skema.

“Melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih plus dengan pembiayaan baik melalui skema channeling KUR dari bank ataupun juga dari skema pembiayaan Mekaar yang ada di Bank Rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, koperasi juga berpeluang menjadi outlet layanan jasa perbankan di desa.

“Ataupun juga nanti menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu sebagai outlet jasa layanan dari perbankan juga bisa,” lanjutnya.

Dinilai Perkuat Model Bisnis Koperasi

Menurut Ferry, penyaluran barang subsidi akan menjadi salah satu sumber pendapatan yang memperkuat keberlangsungan usaha Kopdes Merah Putih.

“Penyaluran barang-barang bersubsidi ini juga akan memperkuat apa namanya revenue streaming,” ucapnya.

Ia mengatakan, Kementerian Koperasi juga menerima masukan dari Komisi VI DPR RI agar menyusun studi kelayakan bisnis sehingga penyaluran barang subsidi dapat dipadukan dengan berbagai unit usaha lain.

“Model usaha yang akan menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini secara kelayakan usahanya makin mantap,” sebut Ferry.

Kopdes Berstatus Pangkalan, Harga Dinilai Lebih Murah

Ferry menjelaskan, nantinya Kopdes Merah Putih akan berstatus sebagai pangkalan resmi. Dengan status tersebut, koperasi dapat menjual barang bersubsidi kepada warung, pasar tradisional maupun masyarakat desa dengan harga yang lebih terjangkau.

“Justru kalau Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih statusnya adalah pangkalan. Artinya harganya juga bisa kita jual dengan harga yang murah, kita bisa jual ke warung, ke pasar tradisional atau yang ada di desa itu dengan harga yang lebih murah dan jumlah tabung yang lebih sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di desa itu,” jelas Ferry.

Operasional Dimulai Agustus 2026

Kementerian Koperasi menargetkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai berjalan pada pekan pertama Agustus 2026.

Saat ini, pelatihan manajer koperasi masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir Juli. Setelah itu, para manajer akan ditempatkan di puluhan ribu koperasi yang telah siap beroperasi.

“Kemudian diharapkan di minggu pertama bulan Agustus, manajer Koperasi Desa kelurahan Merah Putih yang sudah dilatih dididik itu akan disebar, ditempatkan di sekitar 35.000 sampai 36.000 itu bangunan fisik gudang gerai dan kelengkapan Koperasi Desa kelurahan Merah Putih yang sudah jadi. Artinya itu kan bulan depan itu sudah mulai running dan arahan Bapak Presiden kemarin dibuat dulu percontohannya tahap demi tahap itu bisa mulai dipersiapkan,” terang Ferry.

Prabowo: Barang Subsidi Harus Langsung ke Rakyat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh barang yang mendapat subsidi pemerintah harus disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar distribusinya tepat sasaran.

“Sudah-sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi, rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden juga menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain menjadi jalur distribusi barang subsidi, koperasi akan dilengkapi dengan kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, hingga apotek desa, sehingga mampu menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses