SOLO, ALINIANEWS.COM – Aktivitas jual beli buah di Pasar Gede Hardjonagoro menunjukkan geliat baru sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan. Para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan, terutama untuk komoditas tertentu seperti melon.
Salah satunya dirasakan Sugeng (44), pedagang buah yang telah 24 tahun berjualan di pasar tersebut. Ia menyebut permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat signifikan sejak program MBG berjalan.
“MBG ambilnya di sini banyak. (Buah yang paling banyak dibeli) melon,” ujar Sugeng saat diwawancarai dikutip dari liputan6.com, Minggu (5/4/2026).

Menurut Sugeng, pasokan buah yang dijual di lapaknya berasal langsung dari petani di sejumlah daerah, seperti Jombang, Boyolali, dan Madiun. Tingginya permintaan membuat volume penjualan melon melonjak drastis.
Dalam sehari, ia mengaku mampu menjual melon hingga 2 sampai 4 ton. Kondisi ini, kata dia, berdampak langsung pada perbaikan harga di tingkat pedagang.
“Ada peningkatan. Harga mulai bagus,” katanya.
Sugeng menilai program MBG tidak hanya menguntungkan pedagang, tetapi juga memberi efek berantai bagi petani sebagai pemasok utama. Ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan.
“Enaknya dilanjut. Mungkin petani hidupnya agak meningkat karena harganya juga bagus. Ada peningkatan,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Makasih Pak Prabowo. Kalau sudah ada MBG petani juga ikut senang, penjual ikut senang, semua ikut senang,” tutupnya.
Peningkatan aktivitas ekonomi di pasar tradisional ini menjadi salah satu indikasi dampak awal program MBG, yang tak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan rantai pasok sektor pertanian dan perdagangan lokal. (*/Rel)




