Lapas Dharmasraya Bergerak! Razia Besar-besaran Digelar, Puluhan Warga Binaan dan Pegawai Jalani Tes Urine

DHARMASRAYA, ALINIANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dharmasraya kembali menunjukkan keseriusannya memberantas peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam lapas. Melalui razia gabungan, tes urine, hingga penyuluhan bahaya narkoba, pihak lapas menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar (handphone ilegal, narkoba, dan penipuan), Jumat (8/5/2026).

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan apel bersama petugas, dilanjutkan pembacaan ikrar pemasyarakatan bebas Halinar. Razia kemudian dilakukan secara menyeluruh di kamar hunian warga binaan dengan melibatkan personel internal lapas, aparat Brimob, dan Kepolisian Resor Dharmasraya.

Petugas menyisir seluruh blok hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Iklan

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar warga binaan, seperti kartu remi, alat bakar, alat cukur, dan benda terlarang lainnya.

Tak hanya razia, pihak lapas juga melakukan tes urine terhadap pegawai dan warga binaan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika.

Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya Ferdika Canra mengatakan sebanyak 54 orang mengikuti tes urine, terdiri dari 28 pegawai lapas dan 26 warga binaan.

“Selain tes urine, hari ini kita juga melaksanakan apel bersama dan pembacaan ikrar pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (Halinar),” ujar Ferdika.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

BACA JUGA  “Ini Soal Ruang Hidup” — Penolakan Tambang Andesit di Padangpariaman Memuncak

Menurut Ferdika, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif sekaligus deteksi dini untuk mencegah pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif. Kegiatan razia dan tes narkoba akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta penguatan pengawasan terhadap potensi pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.

Selain penindakan, warga binaan juga diberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, hingga masa depan mereka.

Ia berharap penyuluhan tersebut dapat meningkatkan kesadaran warga binaan agar menjauhi narkoba selama menjalani masa pembinaan.

“Razia, tes urine, dan penyuluhan ini akan kita lakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap pelanggaran dalam lingkungan lapas,” tambah Ferdika.

Sementara itu, Kasubsi Kamtib Lapas Kelas III Dharmasraya Rusja Hendri menegaskan pengawasan terhadap warga binaan akan terus diperketat demi menjaga situasi lapas tetap aman dan kondusif.

“Kami terus meningkatkan pengawasan serta melakukan upaya preventif agar lingkungan lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk transparansi kepada publik, kegiatan kemudian ditutup dengan konferensi pers terkait upaya pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan penipuan di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah tegas yang dilakukan Lapas Kelas III Dharmasraya tersebut menjadi bagian dari penguatan komitmen pemasyarakatan dalam memerangi narkoba dan praktik ilegal demi menciptakan sistem pembinaan yang lebih baik bagi warga binaan. (*/Rel)

BACA JUGA  SELEMBAR KERTAS LUSUH DI TOILET PWI SUMBAR, TAPI PESANNYA MENYENTAK KESADARAN
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses