SEMARANG, ALINIANEWS.COM — Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih digencarkan untuk menopang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam menjamin ketersediaan pasokan protein ikan bagi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperkuat dukungan di lapangan melalui percepatan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Strategi tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan sektor hulu perikanan langsung ke dapur umum MBG.
“Program prioritas Bapak Presiden yang kami jalankan, yang ada kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan peningkatan protein, ini juga kita lakukan yaitu pertama, pembangunan 1000 Kampung Nelayan Merah Putih. Di mana Kampung Nelayan Merah Putih ini kita dekatkan dengan Kopdes juga, tadi sudah Bapak Menko katakan, kita dekatkan dengan SPPG juga,” ujar Didit saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (3/3/2026).

Didit menjelaskan, pada tahun ini KKP ditargetkan membangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Hingga kini, sekitar 100 kampung telah selesai dibangun. Dengan capaian tersebut, total kampung yang akan berdiri mencapai 1.100 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.
Intervensi tahap awal difokuskan di wilayah Papua dengan alokasi sekitar 200 titik, sementara 800 titik lainnya akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Di setiap kampung, KKP menyediakan fasilitas penunjang seperti SPBN, bengkel, gerai, cold storage, pabrik es, hingga tempat penambatan ikan. Selain itu, masing-masing kampung mendapat dukungan 10 unit kapal berukuran 5 gross ton (GT).
Program ini dirancang terintegrasi dengan koperasi desa (Kopdes) dan SPPG untuk membentuk rantai pasok yang efisien dari nelayan langsung ke penerima manfaat MBG.
Tak hanya sektor perikanan tangkap, KKP juga mengembangkan Kampung Budidaya Merah Putih dan Kampung Budidaya Tematik. Didit menyebut satu titik Kampung Budidaya Tematik memiliki kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan protein untuk empat unit SPPG sekaligus.
Jika satu SPPG melayani 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat, maka satu kampung budidaya dapat menjangkau kebutuhan gizi sekitar 8.000 hingga 12.000 orang.
“Ikan yang paling digemari masyarakat antara lain tongkol, kembung, dan lele,” kata Didit.
Sejauh ini, KKP telah bermitra dengan 82 UMKM binaan kementerian yang melayani 1.128 SPPG di 15 provinsi. Komoditas unggulan yang dipasok meliputi ikan tuna, nila, dan patin.
Ke depan, KKP memastikan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan dengan SPPG di berbagai daerah, termasuk menjamin stabilitas distribusi ikan di Jawa Tengah yang saat ini tingkat penyalurannya masih berada di bawah rata-rata nasional. (*/Rel)




