Dr. Syartiwidya Apresiasi Alinia Food Estate: Dari Kebun Pisang untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Program MBG

Dr. Syartiwidya Apresiasi Alinia Food Estate: Dari Kebun Pisang untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Program MBG

Dharmasraya – Komitmen membangun kemandirian pangan sebagai penopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditunjukkan oleh Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia (Alinia Foundation). Hal tersebut terlihat saat Kepala KPPG Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, STP, M.Si, melakukan kunjungan ke Kebun Pisang Barangan Merah Alinia Food Estate di Nagari Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Sumatera Barat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung berbagai inovasi dan ikhtiar yang dilakukan mitra dalam membangun rantai pasok pangan yang berkelanjutan guna mendukung keberhasilan Program MBG.

Iklan

Kebun Pisang Barangan Merah tersebut merupakan inisiatif Drs. H. Marlis, MM, selaku Pembina Alinia Foundation, yang melihat adanya tantangan nyata terkait ketersediaan buah sebagai salah satu komponen penting dalam menu MBG. Selama ini, kebutuhan buah untuk dapur-dapur MBG terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat dan SPPG yang beroperasi.

IMG 20260606 WA0016

Berangkat dari kondisi tersebut, Alinia Foundation mulai mengembangkan Alinia Food Estate dengan fokus awal pada budidaya Pisang Barangan Merah yang berasal dari bibit kultur jaringan, sehingga memiliki kualitas yang lebih baik, seragam, sehat, dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syartiwidya menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Alinia Foundation. Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh operasional dapur dan distribusi makanan, tetapi juga oleh kemampuan membangun sumber pasokan bahan pangan yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Heboh Kabar Purbaya Lepas Jabatan Menkeu, Prabowo Siapkan Reshuffle?

“Program MBG membutuhkan dukungan rantai pasok yang kuat. Apa yang dilakukan Alinia Foundation ini merupakan contoh yang sangat baik, karena selain membangun SPPG, juga mulai memikirkan bagaimana menjamin ketersediaan bahan baku untuk jangka panjang. Inilah bentuk dukungan nyata terhadap visi besar Program MBG,” ujar Dr. Syartiwidya.

Saat ini, Alinia Foundation (Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia) tercatat sebagai salah satu mitra yang aktif mendukung program strategis Pemerintah melalui pembangunan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Kehadiran SPPG tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan MBG sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

Menurut Drs. H. Marlis, MM, pembangunan Alinia Food Estate merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi antara sektor produksi dan sektor pelayanan gizi.

“Kami tidak ingin hanya menjadi pelaksana SPPG. Kami ingin ikut memikirkan bagaimana kebutuhan bahan baku dapat tersedia secara berkelanjutan. Karena itu kami mulai membangun kebun produktif yang hasilnya diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok MBG. Jika kebutuhan buah terus meningkat, maka sudah saatnya kita menyiapkan sumber produksinya dari sekarang,” ungkap Marlis.

Ia menjelaskan bahwa Pisang Barangan Merah dipilih karena memiliki kandungan gizi yang baik, cita rasa yang disukai anak-anak, nilai ekonomi yang tinggi, serta memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan pendukung Program MBG.

BACA JUGA  Hendrajoni Pulang Bawa Kabar Besar dari Jakarta, Pessel Dapat 1.500 Program Rumah untuk Warga

Lebih jauh, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para mitra, yayasan, kelompok tani, koperasi, maupun masyarakat luas untuk mulai membangun usaha-usaha produktif yang mendukung kebutuhan Program MBG.

Program MBG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah melalui tumbuhnya sektor pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan, dan berbagai usaha produktif lainnya yang menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional.

Marlis juga berharap pengembangan Kebun Pisang Barangan Merah Alinia Food Estate dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah untuk melahirkan gerakan serupa di tengah masyarakat.

“Kami berharap langkah yang dilakukan Alinia Foundation ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah yang selama ini belum produktif. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bantuan bibit pisang unggul berkualitas prima kepada masyarakat. Dengan demikian, setiap rumah tangga dapat menjadi bagian dari rantai pasok pangan lokal yang mendukung Program MBG,” ujarnya.

Menurutnya, pisang merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan yang luas, memiliki manfaat ekonomi yang tinggi, serta dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Apabila setiap keluarga menanam beberapa batang pisang di pekarangan rumahnya, maka dalam beberapa tahun ke depan akan terbentuk sentra-sentra produksi buah berbasis masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung kebutuhan buah bagi Program MBG.

BACA JUGA  Dijemput Pukul 04.00 WIB? Nasib Dadan Hindayana Jadi Sorotan Usai Dicopot Prabowo

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat yang menjadi salah satu tujuan besar Program MBG. Selain meningkatkan ketersediaan buah bergizi bagi masyarakat, gerakan menanam pisang juga berpotensi menambah pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, serta menciptakan sumber ekonomi baru di pedesaan.

Karena itu, keterlibatan aktif pemerintah daerah melalui program bantuan bibit unggul, pendampingan teknis, pembinaan kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), dasawisma, dan organisasi masyarakat lainnya diyakini akan mempercepat terwujudnya ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Kebun Pisang Barangan Merah Alinia Food Estate di Nagari Gunung Medan hari ini menjadi bukti bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya dimulai dari dapur, tetapi juga dari lahan-lahan produktif yang dikelola dengan visi jangka panjang. Dari kebun rakyat lahir ketahanan pangan, dari ketahanan pangan lahir kesejahteraan masyarakat, dan dari sana pula tumbuh harapan besar untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (*/Redaksi )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses