JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (8/5/2026) pagi, untuk berkonsultasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial, termasuk program strategis Presiden Prabowo Subianto yakni Sekolah Rakyat.
Gus Ipul tiba sekitar pukul 09.35 WIB bersama jajaran pejabat Kemensos, mulai dari wakil menteri, sekretaris jenderal hingga direktur jenderal yang menangani pengadaan barang dan jasa.
“Kami akan menyampaikan semua hal yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos, sekaligus kami minta nasihat, minta masukan, minta kritik, minta saran. Kebetulan kita juga sedang memulai pelaksanaan pengadaan pada tahun 2026,” kata Gus Ipul di kantor KPK.

Ia menegaskan, langkah konsultasi dilakukan agar program Sekolah Rakyat tidak tercoreng praktik korupsi. Menurutnya, sejak awal Kemensos membuka ruang pengawasan seluas-luasnya kepada lembaga pemeriksa maupun publik.
“Kami sejak awal sudah menyatakan terbuka, dan menyampaikan segala hal yang sudah kami lakukan kepada publik, maupun kepada lembaga-lembaga pemeriksa seperti BPK, atau BPKP, dan juga lembaga-lembaga non pemerintah untuk mengawasi dan ikut mengawal pelaksanaan pengadaan barang di lingkungan Kemensos,” ujarnya.
Sorotan publik sebelumnya mengarah pada viralnya isu pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang. Narasi itu ramai di media sosial dan memicu dugaan mark up anggaran.
Namun Gus Ipul membantah keras tudingan tersebut.
“Itu fitnah, hoaks,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, angka Rp700 ribu yang beredar bukan harga pembelian riil, melainkan pagu anggaran atau batas maksimal pengadaan. Ia juga meluruskan foto sepatu bermerek yang ramai dibagikan di media sosial.
Gus Ipul menjelaskan, sepatu dalam foto tersebut merupakan hadiah dari Khofifah Indar Parawansa kepada siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur saat kegiatan Dialog Pilar-Pilar Sosial se-Malang Raya pada 2 Mei 2025 lalu, bukan hasil pengadaan Kemensos.
“Sepatu yang dari Bu Khofifah, itu pemberian, itu bantuan dari Bu Khofifah untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur,” katanya.
Ia menilai publik tidak bisa menyamakan satu jenis sepatu dengan keseluruhan pengadaan, sebab setiap produk memiliki fungsi dan spesifikasi berbeda.
“Dalam pengadaan sepatu ini, untuk siswa Sekolah Rakyat, tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan, mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah tentu PPK atau Pokja, mereka yang bertanggung jawab untuk itu,” jelas Gus Ipul.
Ia menambahkan, penetapan pagu dilakukan melalui survei dan konsultasi sebelum tender digelar.
“Pagunya telah ditetapkan, dan pagu ini ditetapkan setelah melalui survei, atau lebih sederhananya setelah melalui mekanisme yang ada,” sambungnya.
Gus Ipul memastikan pemenang tender dipilih berdasarkan harga paling kompetitif dengan spesifikasi sesuai standar kebutuhan.
“Tentu yang paling murah dan memenuhi spesifikasi, memenuhi standar yang telah ditetapkan. Ini proses yang sudah dilakukan,” katanya.
Ia mengungkapkan, kebutuhan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat mencapai sekitar 32 ribu pasang, namun Kemensos mengadakan sekitar 40 ribu pasang sebagai cadangan.
“Kita kebutuhan 32 ribu, tapi kita belanjanya 40 ribu untuk jaga-jaga kalau ada yang rusak,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari kerangka pencegahan korupsi, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat.
“Tentu akan menjadi pengayaan bagi tim untuk meng-capture bagaimana seluruh proses bisnis dalam program tersebut. Jika memang dalam tahapan-tahapan itu ditemukan ada potensi atau peluang terjadinya tindak pidana korupsi, maka dengan kerangka pencegahan ini harapannya bisa kita mitigasi, kita cegah sejak dini,” kata Budi.
Ia menegaskan, KPK terbuka bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal program pemerintah agar bebas dari praktik rasuah.
Rincian Harga Realisasi Sepatu Sekolah Rakyat
Berikut rincian harga penganggaran dan realisasi pengadaan sepatu Sekolah Rakyat:
- Sepatu PDL siswa: pagu Rp700 ribu, realisasi Rp640 ribu
- Sepatu PDH SD: pagu Rp700 ribu, realisasi Rp590 ribu
- Sepatu PDH SMP/SMA: pagu Rp700 ribu, realisasi Rp610 ribu
- Sepatu olahraga guru dan siswa: pagu Rp500 ribu, realisasi Rp447 ribu
- Sepatu PDH guru: pagu Rp700 ribu, realisasi Rp625 ribu
- Sepatu harian SD: pagu Rp500 ribu, realisasi Rp250 ribu
- Sepatu harian SMP/SMA: pagu Rp500 ribu, realisasi Rp300 ribu
Gus Ipul menegaskan seluruh pengadaan telah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan. Meski demikian, Kemensos tetap membuka diri terhadap evaluasi jika ditemukan anomali dalam pelaksanaan program. (*/Rel)




