Rupiah Nyaris Rp18 Ribu, Dasco Bergerak! Usai Datangi BEI, Wakil Ketua DPR Langsung Sambangi BI

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kian memanas. Di tengah nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menembus Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat dengan mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berencana menyambangi Bank Indonesia (BI), Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah gejolak pasar saham domestik dan tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa hari terakhir terus menjadi sorotan publik.

“Kalau Rupiah, kita habis ini mau ke BI,” ujar Dasco singkat usai pertemuan di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Iklan

Meski belum mengungkap waktu pasti pertemuan dengan bank sentral, Dasco memastikan kunjungan itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Nanti dikasih tahu (jamnya),” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, Dasco dijadwalkan mendatangi kantor BI sekitar pukul 14.00 WIB.

Pada perdagangan Selasa siang sekitar pukul 13.26 WIB, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.732 per dolar AS atau melemah 64 poin setara 0,36 persen.

Dalam kunjungannya ke BEI, Dasco didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta COO BPI Danantara Dony Oskaria.

Pertemuan itu membahas kondisi investor global dan langkah-langkah untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sekarang di bursa,” kata Dasco.

BACA JUGA  Marak Penipuan Titik MBG, BGN Buka Hotline SAGI 127: Jangan Percaya Jalur Cepat!

Selain investor asing, pembahasan juga menyoroti pertumbuhan investor ritel domestik yang disebut terus meningkat di tengah gejolak pasar.

Dasco mengungkapkan pihak BEI bersama OJK tengah menyempurnakan berbagai regulasi guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi investor lokal.

“Tadi kami mendengarkan paparan dari direktur bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujarnya.

Menurut Dasco, pertumbuhan investor ritel menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tekanan global dan dinamika ekonomi dalam negeri.

“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Dasco juga menyinggung momentum penting setelah 29 Mei 2026. Meski tidak menjelaskan secara rinci, tanggal tersebut berkaitan dengan penyesuaian konstituen indeks MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap yang mulai berlaku efektif pada akhir Mei.

“Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuahkan hasil,” katanya.

Ia pun mengapresiasi kerja keras BEI dan OJK dalam menghadapi tekanan pasar yang dipicu sentimen global maupun faktor domestik.

“Terima kasih atas kerja keras dari Direksi Bursa maupun OJK yang beberapa hari ini telah bersusah payah menghadapi situasi yang disebabkan oleh pasar global maupun dinamika di dalam negeri,” tutup Dasco. (*/Rel)

BACA JUGA  Rupiah Jebol Rp17.600 per Dolar, Anggota DPR Minta Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses