JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat menjelang akhir April 2026. Sejumlah posisi strategis dikabarkan akan mengalami pergantian seiring evaluasi kinerja kabinet.
Sinyal reshuffle sebenarnya sudah muncul sejak awal April. Saat itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tidak memberikan jawaban tegas terkait isu tersebut.
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia kembali menegaskan bahwa keputusan terkait perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden. “Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujarnya.
Nama-nama Mulai Beredar
Dalam beberapa pekan terakhir, isu reshuffle kian menguat. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan rotasi jabatan, baik di tingkat menteri maupun kepala lembaga.
Salah satu yang santer dibicarakan adalah Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang disebut-sebut akan mengisi posisi Kepala Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
Qodari sendiri dikabarkan akan digeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), posisi yang dinilai krusial dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.
Saat dikonfirmasi, Qodari tidak membantah maupun mengiyakan kabar tersebut. Ia hanya memberikan respons singkat.
“Mohon doa yang terbaik,” tulisnya melalui pesan singkat.
Selain KSP dan Bakom, sejumlah posisi lain yang disebut berpotensi mengalami perombakan antara lain Kepala Badan Karantina Nasional.
Riwayat Reshuffle di Era Prabowo
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo tercatat cukup aktif melakukan perombakan kabinet. Sepanjang 2025, setidaknya empat kali reshuffle dilakukan.
Perombakan pertama terjadi pada 19 Februari 2025, ditandai dengan pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dari Satryo Soemantri Brodjonegoro kepada Brian Yuliarto, serta sejumlah perubahan di lembaga seperti BPKP, BPS, dan BSSN.
Gelombang kedua berlangsung pada September 2025 dengan skala lebih besar. Beberapa posisi strategis diganti, termasuk Menteri Keuangan yang beralih dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa, serta pencopotan Budi Gunawan dari posisi Menko Polkam dan Dito Ariotedjo dari kursi Menpora.
Tak lama berselang, reshuffle jilid III kembali dilakukan. Presiden menunjuk Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam dan Erick Thohir sebagai Menpora, sekaligus merombak sejumlah posisi wakil menteri dan kepala lembaga.
Perombakan keempat terjadi pada Oktober 2025 dengan pergantian lima menteri, termasuk di sektor keuangan, koperasi, hingga haji dan umrah.
Sinyal dari Awal 2026
Memasuki 2026, isu reshuffle kembali mengemuka setelah adanya rotasi jabatan antara Thomas Djiwandono dan Juda Agung pada Februari lalu.
Thomas dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, sementara Juda Agung mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan.
Kini, memasuki akhir April, spekulasi kembali menguat bahwa perombakan lanjutan akan segera dilakukan. Evaluasi terhadap kinerja menteri disebut menjadi dasar utama langkah tersebut.
Meski berbagai nama telah beredar, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait waktu maupun daftar pasti pejabat yang akan diganti. (*/Rel)




