SOLSEL, ALINIANEWS.COM — Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di kawasan kebun teh PT Mitra Kerinci, tepatnya di Afdeling D, Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Jumat (10/4/2026) sore.
Peristiwa itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Facebook Yolandha Veronicaa sekitar pukul 19.45 WIB. Dalam unggahannya disebutkan korban dibacok saat dalam perjalanan pulang ke rumah.
“Beberapa jam yang lewat anak tersebut masih bersama anakku mengikuti pelajaran sekolah study tour ke Abai. Kejadian tersebut setelah pulang sekolah,” tulisnya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Solok Selatan, Aipda Ahmad Arfan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku menerima informasi sekitar pukul 18.00 WIB dari petugas piket Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamtap).
“Setelah mendapatkan informasi itu, saya langsung mengerahkan beberapa anggota untuk mencari pelaku. Korban tidak mengenali pelaku,” ujar Arfan.
Menurutnya, penanganan kasus ini menjadi prioritas karena korban masih di bawah umur. Saat ini korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sangir.
“Anggota sudah menjenguk korban di rumah sakit untuk dimintai keterangan,” katanya.
Arfan menyebut pihaknya masih mengumpulkan keterangan lebih lanjut guna mengungkap pelaku dan motif kejadian. Polisi juga terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Sementara itu, informasi dari warga setempat menyebut korban merupakan siswi kelas II SMP 14 Solok Selatan. Korban diduga bernama Anita.
Seorang warga, Putry, mengatakan korban pulang sekolah sekitar pukul 15.00 WIB dengan berjalan kaki menuju Afdeling D. Di perjalanan, korban sempat dihampiri orang tak dikenal yang menawarkan tumpangan.
Namun tawaran tersebut ditolak. Pelaku kemudian diduga menunggu korban di simpang Afdeling D.
Saat korban melintas, pelaku langsung menyerang dan menebas korban sebelum melarikan diri.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebut motif sementara diduga berkaitan dengan upaya kejahatan seksual. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku. (*/Rel)




