Dari Hall Bulu Tangkis Menjadi Dapur Masa Depan: SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu Capai 60 Persen

Dari Hall Bulu Tangkis Menjadi Dapur Masa Depan: SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu Capai 60 Persen

PADANG PARIAMAN, 27 Mei 2026 — Di tengah hamparan kawasan Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, sebuah bangunan yang dulunya hanya dikenal sebagai Hall Bulu Tangkis perlahan berubah wajah menjadi pusat pelayanan gizi modern untuk generasi masa depan Indonesia.

Bangunan seluas 414 meter persegi tersebut kini sedang bertransformasi menjadi SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu, salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan menjadi titik strategis pelayanan gizi bagi ribuan pelajar di wilayah Padang Pariaman.

Iklan

Saat ini progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen. Sejumlah pekerjaan utama mulai terlihat signifikan, mulai dari penataan ruang produksi, area pemorsian, jalur distribusi, sistem sanitasi, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya yang dirancang mengikuti standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Menariknya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik dapur biasa. Ia menjadi simbol perubahan fungsi ruang masyarakat menuju pusat produktivitas sosial dan ekonomi baru berbasis pelayanan gizi nasional.

Jika sebelumnya hall tersebut menjadi tempat aktivitas olahraga masyarakat, maka dalam waktu dekat lokasi itu akan menjelma menjadi “dapur kehidupan” yang setiap harinya menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah.

Pihak pengelola menargetkan pembangunan selesai pada Juni 2026, sehingga operasional SPPG dapat dimulai bersamaan dengan masuknya siswa kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru nanti.

BACA JUGA  “Saya Ditonjok dan Disetrum”: Detik-Detik 9 WNI Relawan Gaza Disiksa Israel sebelum Dipulangkan

Momentum tersebut dinilai sangat strategis, karena kehadiran SPPG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mulai menggerakkan rantai ekonomi lokal masyarakat sekitar.

Kebutuhan bahan baku harian seperti beras, sayuran, telur, ayam, ikan, buah, hingga jasa transportasi dan tenaga kerja dipastikan akan menciptakan aktivitas ekonomi baru di kawasan Sungai Geringging dan sekitarnya.

Selain itu, pembangunan SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu juga menjadi bagian dari percepatan ekosistem MBG di Sumatera Barat yang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan konsep dapur modern, higienis, dan berbasis standar nasional, SPPG ini nantinya akan dilengkapi sistem pendukung operasional yang memenuhi aspek sanitasi, keamanan pangan, dan efisiensi distribusi.

Tokoh masyarakat setempat, Nurwan Arahap yang juga merupakan Anggota Polri di Polsek Tanjung Mutiara Agam, menyampaikan apresiasi atas pembangunan SPPG tersebut. Menurutnya, kehadiran SPPG ALINIA akan membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya pembangunan dapur biasa, tetapi bentuk investasi masa depan untuk anak-anak dan masyarakat. Kami melihat program ini mampu membuka lapangan kerja baru, menghidupkan ekonomi warga, sekaligus membantu peningkatan kualitas gizi generasi muda,” ujar Nurwan Arahap.

IMG 20260527 WA0151

Ia juga berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga operasional dimulai pada tahun ajaran baru mendatang.

“Kami sebagai masyarakat tentu mendukung penuh. Semoga keberadaan SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu ini benar-benar menjadi manfaat besar bagi daerah dan menjadi contoh positif bagi wilayah lain,” tambahnya.

BACA JUGA  KEBANGKITAN PETANI NASIONAL: Ketika MBG Mulai Menghidupkan Ekonomi Desa

Sementara itu, M. Fauzan Alinia selaku Mitra menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari komitmen besar Alinia Group dalam mendukung suksesnya Program MBG di daerah.

Menurutnya, SPPG ALINIA Sungai Sirah Kuranji Hulu merupakan SPPG ke-14 yang dikembangkan oleh Alinia Group dan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat dan Jambi.

“Alhamdulillah, ini adalah SPPG ke-14 dari jaringan Alinia Group. Kami berharap keberadaan SPPG ini benar-benar dapat memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat tempatan, baik dari sisi pemenuhan gizi anak-anak sekolah maupun dampak ekonomi bagi warga sekitar,” ujar M. Fauzan Alinia.

Ia menambahkan, pembangunan SPPG bukan hanya bicara soal infrastruktur dapur, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai pasok dan aktivitas operasional harian.

Banyak pihak menilai, pembangunan SPPG seperti ini bukan hanya tentang menyediakan makanan gratis bagi siswa, melainkan sedang membangun pondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk jangka panjang.

Karena sesungguhnya, masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari ruang kelas, tetapi juga dari dapur-dapur yang memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan. (*/ Redaksi )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses