PADANG, ALINIANEWS.COM – Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Padang memasuki babak yang semakin kompetitif. Sebanyak 30 pejabat setingkat eselon III kini bersaing memperebutkan empat kursi strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam proses yang tak sekadar administratif, tetapi juga menguji kapasitas dan visi kepemimpinan.
Di balik angka-angka itu, tersimpan dinamika persaingan yang kian terasa “panas”. Para kandidat berasal dari beragam latar belakang mulai dari kepala bidang, camat, hingga pejabat sekretariat yang kini harus membuktikan diri di panggung seleksi terbuka.
Kepala BKPSDM Kota Padang melalui Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, Diane Mary, memastikan seluruh peserta telah melewati tahap seleksi administrasi dan bersiap memasuki tahapan berikutnya.

“Setelah ini seluruhnya melewati tes penulisan makalah pada 9 April mendatang,” ungkap Diane, Minggu (5/4/2026).
Empat Kursi, Puluhan Kandidat
Empat jabatan yang diperebutkan meliputi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Dari keempat posisi tersebut, kursi Kepala Dispora menjadi yang paling diminati dengan 10 pelamar. Disusul PUPR dengan sembilan pelamar, Diskominfo tujuh pelamar, dan Bapenda empat pelamar.
Nama-nama yang ikut bersaing bukanlah figur baru dalam birokrasi. Camat Padang Barat Pagara, Camat Kuranji Rido Satria, hingga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Tomy TRD ikut meramaikan kontestasi. Mereka harus berhadapan dengan sesama pejabat berpengalaman, bahkan dari luar daerah.
Warna Baru dari Luar Daerah
Menariknya, seleksi kali ini tak hanya diisi pejabat internal. Sebanyak delapan pelamar datang dari luar Kota Padang, termasuk lima pejabat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Delapan peserta berasal dari luar Kota Padang,” kata Diane.
Nama-nama dari luar daerah seperti Ricky Falantino dari Diskominfo Kota Pariaman, Syahriwan dari Pemkab Sijunjung, hingga Eldon Maron dari Pasaman Barat ikut meramaikan persaingan. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, sekaligus memperketat kompetisi.
Adu Gagasan di Meja Ujian
Tahap berikutnya menjadi krusial. Para peserta akan diuji melalui penulisan makalah, sebuah tahapan yang menuntut kemampuan analisis, visi strategis, serta pemahaman terhadap persoalan daerah.
“Seluruh peserta akan diuji kemampuannya dalam menuangkan gagasan melalui tes makalah pada 9 April nanti,” jelas Diane.
Di sinilah, para kandidat dituntut tak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga gagasan konkret untuk menjawab tantangan pembangunan kota.
Satu OPD Masih Sepi Peminat
Di tengah tingginya animo tersebut, satu jabatan justru masih kekurangan peminat. Seleksi untuk posisi Kepala Dinas Perdagangan terpaksa diperpanjang karena belum memenuhi jumlah minimal pelamar.
“Sementara untuk Dinas Perdagangan diperpanjang tahapan pendaftarannya karena belum memenuhi jumlah minimal calon yang memenuhi syarat,” ujar Diane.
Penerimaan berkas untuk posisi tersebut dibuka hingga 9 April, dengan pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan sehari setelahnya.
Seleksi ini bukan sekadar perebutan kursi birokrasi. Ia menjadi ajang pembuktian kompetensi, integritas, dan visi para aparatur sipil negara dalam mengelola sektor strategis daerah.
Di balik ketatnya persaingan, satu hal menjadi penentu: siapa yang mampu menawarkan gagasan paling relevan untuk masa depan Kota Padang. (*/Rel)




