Pengadaan Semir dan Sikat Sepatu Rp1,5 Miliar oleh BGN Disorot, Ini Penjelasan Kepala BGN

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Isu pengadaan semir dan sikat sepatu senilai lebih dari Rp1,5 miliar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu perbincangan publik. Nilai anggaran yang dinilai tidak kecil untuk barang tersebut menuai pertanyaan, terutama di tengah sorotan terhadap efektivitas belanja lembaga negara.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa pengadaan tersebut bukan untuk kebutuhan sembarangan, melainkan bagian dari perlengkapan pendidikan dan pelatihan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2025.

“Ini bagian dari perlengkapan pendidikan peserta SPPI,” kata Dadan kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Iklan

Program SPPI sendiri disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam konteks itu, Dadan menyebut perlengkapan seperti semir dan sikat sepatu menjadi bagian dari kebutuhan standar peserta yang akan menjalani kegiatan lapangan.

Ia menjelaskan, anggaran pendidikan SPPI memang bersumber dari BGN, namun proses pengadaan dilakukan melalui skema swakelola tipe II dengan melibatkan Universitas Pertahanan.

“Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” ujarnya.

Secara rinci, pengadaan tersebut masuk dalam tujuh paket kelengkapan perorangan lapangan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp1,52 miliar, dengan rincian sekitar Rp1,25 miliar untuk semir sepatu dan Rp272 juta untuk sikat semir.

Jika dihitung per unit, harga semir sepatu berada di kisaran Rp41.470, sementara sikat semir sekitar Rp10.780. Seluruh perlengkapan itu diperuntukkan bagi 30.299 peserta SPPI.

BACA JUGA  Pemerintah dan Pertamina Bahas Kenaikan BBM, Keputusan Segera Diumumkan

Data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menunjukkan bahwa pengadaan ini tercatat dalam sejumlah kontrak melalui mekanisme resmi. Tercatat sedikitnya 12 paket pengadaan dengan nilai kontrak bervariasi, mulai dari Rp17,43 juta hingga Rp610,2 juta.

Paket terbesar untuk semir sepatu mencapai Rp610,2 juta, sementara pengadaan sikat semir terbesar senilai Rp158,62 juta. Kedua paket tersebut diketahui melibatkan penyedia melalui sistem katalog elektronik.

Namun, polemik muncul setelah perbandingan harga dengan pasar ritel menunjukkan selisih cukup signifikan. Di platform lokapasar, satu paket semir dan sikat dengan merek serupa dilaporkan bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp18.999, jauh lebih rendah dibandingkan harga satuan dalam pengadaan pemerintah.

Menanggapi sorotan tersebut, Dadan menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti prosedur yang berlaku. Ia menyebut setiap pengeluaran telah melalui tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai regulasi.

“Setiap penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN telah melalui mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis sebelumnya.

Meski demikian, pengadaan ini menambah daftar proyek BGN yang belakangan mendapat perhatian publik. Sejumlah program dinilai tidak sepenuhnya berkaitan langsung dengan upaya perbaikan gizi dan penanganan stunting, yang merupakan mandat utama lembaga tersebut.

Di tengah kebijakan penghematan anggaran pemerintah sejak 2025, transparansi dan relevansi belanja negara menjadi sorotan. Kasus pengadaan semir sepatu ini pun menjadi ujian bagi BGN dalam menjawab kritik publik sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. (*/Rel)

BACA JUGA  Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400/Liter
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses