PADANG PANJANG, ALINIANEWS.COM – Pemerintah Kota Padang Panjang bersama jajaran kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di dalam kota guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama penerapan sistem satu arah (one way) di jalur Lembah Anai pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Skema rekayasa lalu lintas tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral antara pemerintah daerah dan Polres Padang Panjang untuk mematangkan pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengatakan pemerintah daerah siap mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran dengan menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, termasuk pos kesehatan.

“Untuk Lebaran tahun ini kita sama-sama perlu bekerja ekstra karena kondisi jalan lintas di kawasan Lembah Anai masih dalam pengerjaan. Mari kita carikan solusi bersama agar potensi kemacetan dapat diurai, karena kemungkinan akan terjadi kemacetan panjang,” ujar Hendri, Selasa (10/3/2026).
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa jalur Lembah Anai akan dibuka selama 24 jam pada H-10 hingga H+10 Lebaran. Selain itu, sistem satu arah akan diberlakukan pada periode puncak arus kendaraan.
Rekayasa lalu lintas berupa sistem one way akan diterapkan pada H-2 hingga H-1 Lebaran serta H+1 hingga H+3 Lebaran. Untuk arah dari Padang menuju Padang Panjang, sistem satu arah diberlakukan pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Sementara arah sebaliknya, dari Padang Panjang menuju Padang, akan diberlakukan pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Selama penerapan sistem tersebut, arus kendaraan di dalam Kota Padang Panjang juga akan diatur. Kendaraan dari arah Padang akan diarahkan berbelok ke kiri di Simpang Kampung Baru dan keluar melalui Simpang MTsN.
Sementara itu, kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang saat jalur ditutup akan dialihkan melalui jalur alternatif Simpang Flyover dan Simpang PDAM menuju Solok, kemudian dilanjutkan melalui jalur Sitinjau Lauik menuju Padang.
Untuk mengantisipasi antrean kendaraan saat sistem buka-tutup jalur di Lembah Anai, pemerintah juga menyiapkan lokasi parkir di Terminal Busur serta beberapa kantong parkir lainnya.
Di tingkat provinsi, Operasi Ketupat Singgalang 2026 di Sumatera Barat akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, Pifzen, mengatakan pihaknya akan mendirikan empat posko pengamanan selama operasi berlangsung.
Posko tersebut akan ditempatkan di kawasan Lembah Anai, Rest Area Silaing Bawah, Pasar Kuliner, serta di depan MAN Koto Baru.
“Titik-titik ini selalu rawan macet, jadi pos kita dirikan di sana, namun pendiriannya tanggal 12 Maret nanti,” kata Pifzen.
Ia menjelaskan, total personel Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang yang dikerahkan selama operasi mencapai 150 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 personel akan ditempatkan di masing-masing posko, sementara sisanya disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasar Koto Baru yang kerap mengalami kemacetan bahkan pada hari biasa.
“Lokasi ini memang macet di hari biasa, selain ketika arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026 nanti,” ujarnya.
Selain Pasar Koto Baru, kepadatan kendaraan juga diperkirakan terjadi di sejumlah simpang di Kota Padang Panjang, seperti Simpang Mifan, kawasan Sate Mak Syukur, serta Simpang MTsN Gantiang.
Di wilayah Kabupaten Tanah Datar, titik rawan kemacetan diperkirakan berada di kawasan Rumah Makan Sukur, Lembah Anai, Rumah Makan Aie Badarun, dan Pasar Koto Baru.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, sejumlah simpang yang menjadi perhatian petugas antara lain Simpang Padang Dua, Simpang Jambu Aia, Simpang Biaro, Simpang Tanjung Alam, Simpang Canduang, serta Pasar Baso. (*/Rel)




