Mitra MBG Sumatera Barat Sampaikan Tujuh Rekomendasi Strategis untuk Menjaga Keberlanjutan Program MBG
Padang, 13 Juni 2026
Puluhan Mitra dan Yayasan penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang tergabung dalam Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat menyepakati sejumlah rekomendasi strategis dalam pertemuan yang digelar di Katagiaan Resto Padang, Sabtu (13/6/2026).

Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai perkembangan terkini yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dinamika kebijakan, proses hukum yang sedang berlangsung di tingkat pusat, serta kebutuhan untuk memastikan keberlanjutan program yang telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Ketua DPW HMD GEMAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, mengatakan bahwa rekomendasi yang dihasilkan bukanlah bentuk kritik semata, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab para Mitra yang selama ini telah berinvestasi, bekerja keras, dan mengambil risiko dalam mendukung suksesnya Program MBG.
“Kami ingin menegaskan bahwa seluruh Mitra di Sumatera Barat tetap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Justru karena kami peduli, maka kami merasa perlu menyampaikan berbagai masukan konstruktif agar program ini semakin baik, semakin kuat, dan semakin berkelanjutan,” ujar Marlis.
Dalam pertemuan tersebut, para Mitra menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengusut secara tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut para peserta pertemuan, penegakan hukum yang profesional, objektif, dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Program MBG sekaligus memastikan bahwa program yang menyangkut kepentingan jutaan penerima manfaat tersebut terbebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
Selain itu, para Mitra juga meminta BGN untuk melakukan evaluasi, grading, dan pemetaan terhadap seluruh SPPG yang telah beroperasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengukur tingkat kepatuhan, kualitas layanan, efektivitas operasional, serta menjadi dasar pembinaan dan pengembangan SPPG ke depan secara lebih objektif dan berkeadilan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah nasib SPPG yang saat ini masih berada dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional.
Para Mitra menilai bahwa banyak Yayasan dan investor lokal telah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk membangun fasilitas SPPG sesuai standar BGN. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil pemerintah diharapkan tetap mempertimbangkan investasi, komitmen, serta pengorbanan yang telah dilakukan para Mitra agar tidak menimbulkan kerugian yang tidak perlu.
“Kami berharap BGN memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh Mitra yang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan SPPG untuk dapat menuntaskan pekerjaannya dan memperoleh kesempatan beroperasi. Apalagi jika melihat kondisi Sumatera Barat saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi masih jauh dari kebutuhan penerima manfaat yang tersedia. Karena itu, Mitra yang sedang membangun harus diberikan prioritas untuk menyelesaikan pembangunan dan segera bergabung melayani masyarakat,” tegas Marlis.
DPW HMD GEMAS Sumbar juga menegaskan bahwa Mitra dan Yayasan bukanlah pihak yang berseberangan dengan BGN, melainkan bagian penting dari ekosistem Program MBG yang selama ini telah berkontribusi melalui investasi, tenaga, waktu, dan sumber daya yang tidak sedikit.
Karena itu, komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan berbasis kemitraan harus terus diperkuat agar seluruh pihak dapat bergerak dalam tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat penerima manfaat.
Dalam rekomendasinya, para Mitra juga menyerukan kepada seluruh pengelola SPPG yang telah beroperasi untuk terus meningkatkan standar operasional, melengkapi sarana dan prasarana, memperkuat aspek keamanan pangan, meningkatkan kualitas manajemen, serta memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh BGN.
Menutup pertemuan tersebut, seluruh peserta sepakat untuk menjaga kondusivitas, memperkuat sinergi, dan menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keberlangsungan Program MBG.
“Di atas segala perbedaan dan dinamika yang terjadi, yang paling penting adalah bagaimana Program MBG tetap berjalan, penerima manfaat tetap terlayani, relawan tetap bekerja, dan tujuan besar meningkatkan kualitas gizi generasi bangsa dapat tercapai. HMD GEMAS Sumbar akan terus menjadi jembatan komunikasi yang konstruktif antara Mitra dan pemerintah demi keberhasilan program ini,” tutup Marlis.
Pertemuan kemudian mengesahkan Tujuh Rekomendasi Mitra MBG Sumatera Barat yang akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan para pemangku kepentingan terkait sebagai bentuk kontribusi konstruktif dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
Dalam suasana penuh kebersamaan, seluruh peserta selanjutnya menutup pertemuan dengan doa bersama dan memohon petunjuk kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan yang terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Program MBG, menjaga program ini dari berbagai persoalan, serta memberikan kemudahan dalam mewujudkan tujuan mulia meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia.
DPW HMD GEMAS PROVINSI SUMATERA BARAT
Padang, 13 Juni 2026
Dto
Drs. H. Marlis, MM, C.Med
Ketua DPW HMD GEMAS Provinsi Sumatera Barat



