Kurban Meledak di Sumbar! Diprediksi Tembus 45 Ribu Ekor, Perantau Disebut Ramai Bantu Korban Musibah

PADANG, ALINIANEWS.COM – Jumlah hewan kurban di Sumatra Barat pada Hari Raya Iduladha 2026 diperkirakan menembus 45 ribu ekor. Di tengah meningkatnya jumlah kurban, para pedagang justru mulai mengeluhkan melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum stabil.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat mencatat hingga Senin (25/5/2026), jumlah hewan kurban yang terdata telah mencapai 44.375 ekor. Angka itu diperkirakan masih akan bertambah hingga menjelang pelaksanaan Iduladha.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli mengatakan, peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini dipicu tingginya partisipasi masyarakat, termasuk para perantau asal Sumbar.

Iklan

“Masih ada sekitar dua hari lagi jelang Hari Raya Iduladha 2026 ini. Perkiraan kami bisa 45.000 ekor atau bahkan bisa lebih,” katanya ketika dihubungi Bisnis.

Menurut Sukarli, data tersebut masih bersifat sementara karena angka riil baru akan diketahui pada hari penyembelihan. Pendataan dilakukan petugas di kabupaten dan kota melalui masjid serta mushala.

“Kelihatanya peningkatan ini, salah satunya faktornya itu adalah adanya banyak perantau yang melaksanakan kurban untuk membantu warga yang terkena musibah,” sebutnya.

Ia juga memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di Sumbar sejauh ini aman dan tidak ditemukan penyakit berbahaya.

“Bahkan dari pengecekan kesehatan hewan kurban, alhamdulillah kondisinya sehat, dan tidak ada ditemukan penyakit yang membahayakan hewan,” ujarnya.

BACA JUGA  Penanaman Pohon IMLF-4, Kapolda Sumbar Sumbangkan 1.000 Bibit Pohon

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan 47 ekor sapi dan tiga ekor kambing untuk kurban tahun ini. Hewan kurban tersebut akan disembelih di 16 titik berbeda usai salat Iduladha.

Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi mengatakan pembagian lokasi penyembelihan dilakukan agar distribusi daging lebih merata kepada masyarakat.

“Dari jumlah sapi dan kambing yang akan dikurban tahun ini disebar di 16 lokasi berbeda yang telah ditentukan. Masyarakat akan dibagikan kupon oleh panitia kurban, bisa datang langsung ke lokasi penyembelihan untuk mendapatkan daging,” jelasnya.

Sebanyak 32 ekor sapi dan tiga ekor kambing akan disembelih di halaman Kantor Bupati Solok Selatan, sedangkan sisanya disebar ke sejumlah kecamatan. Daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan warga sekitar lokasi penyembelihan.

Di sisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Limapuluh Kota memastikan stok sapi kurban di daerah tersebut dalam kondisi aman dan bahkan melebihi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Limapuluh Kota, Devi Kusmira menyebut kebutuhan sapi kurban tahun lalu berkisar 4.500 ekor, sementara tahun ini stok tersedia lebih banyak.

“Alhamdulillah, saat ini ketersediaan sapi kurban di pedagang-pedagang kita memenuhi, bahkan lebih dari yang kita targetkan,” ujarnya.

Namun di balik stok yang melimpah, para pedagang disebut mulai mengeluhkan sepinya pembeli.

“Mungkin sedikit permasalahan saat ini kurang banyaknya pembelian yang dikeluhkan pedagang kita, sehingga ada pengaruh dari kondisi ekonomi yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.

BACA JUGA  Sumatera Gelap Gulita! Blackout Massal Lumpuhkan Padang hingga Medan, Lampu Merah Mati dan Jalanan Macet

Untuk memastikan keamanan hewan kurban, pihak dinas telah menerjunkan petugas melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan.

“Pemeriksaan antemortem telah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu hingga hari H pemotongan hewan kurban,” jelas Devi.

Pemeriksaan postmortem terhadap daging kurban juga akan dilakukan mulai hari H Iduladha hingga tiga hari tasyrik.

Terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Devi memastikan tidak ditemukan kasus pada hewan kurban milik pedagang. Meski demikian, kasus PMK masih ditemukan pada ternak milik masyarakat dan telah dilakukan langkah pengendalian.

“Untuk hewan kurban di toke-toke tidak ada kita temukan PMK, tetapi di masyarakat masih ada yang ditemukan dan telah kami lakukan pengendalian serta penanggulangan,” tutupnya. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses