KEBANGKITAN PETANI NASIONAL: Ketika MBG Mulai Menghidupkan Ekonomi Desa

KEBANGKITAN PETANI NASIONAL: Ketika MBG Mulai Menghidupkan Ekonomi Desa

Oleh : Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar )

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlahan mulai menunjukkan dampak ekonominya hingga ke desa-desa. Permintaan terhadap sayur mayur, buah-buahan, telur, ayam, ikan dan beras meningkat signifikan seiring kebutuhan pasokan pangan untuk jutaan porsi makanan setiap hari.

Iklan

Kondisi ini mulai menghidupkan kembali sektor hortikultura dan ekonomi rakyat. Petani kembali bersemangat menanam, peternak meningkatkan produksi, UMKM pangan mulai bergerak, dan perputaran ekonomi desa mulai terasa lebih hidup.

MBG sesungguhnya bukan hanya program sosial, tetapi program strategis nasional yang sedang membangun ekosistem ekonomi baru berbasis pangan lokal dan desa. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, petani mulai memiliki pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Hal tersebut diakui oleh salah seorang supplier sayur dan beras di Kabupaten Padang Pariaman yang saat ini memasok kebutuhan beberapa SPPG Alinia.

“Dulu hasil petani sering tidak jelas pasarnya. Kadang harga jatuh dan hasil panen terbuang. Tapi sejak ada pasokan rutin ke SPPG, petani mulai semangat kembali menanam dan ekonomi kampung mulai bergerak,” ujarnya.

Drs. H. Marlis, MM, C.Med menegaskan, apabila Program MBG berjalan konsisten selama 10 tahun ke depan, maka Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan pondasi ekonomi terkuat di Asia setelah China.

BACA JUGA  Uang Masyarakat Sumbar Tembus Rp75,5 Triliun, OJK Ungkap Sinyal Kuat Ekonomi Daerah Sedang Melaju

“Karena pusat pertumbuhan ekonomi baru nantinya bukan lagi hanya di kota besar, tetapi bergerak langsung dari desa-desa melalui sektor pangan, pertanian, peternakan, perikanan, UMKM dan logistik rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, agar dampak MBG lebih optimal, maka seluruh Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus ikut terlibat aktif dengan mengarahkan program dan sumber daya OPD teknis untuk mendukung ekosistem MBG.

“Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perdagangan, Koperasi, UMKM hingga Perhubungan harus mulai terkoneksi dengan kebutuhan MBG. Kalau ini berjalan terintegrasi, maka MBG akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang luar biasa besar,” ujarnya.

Marlis menilai, keberhasilan MBG nantinya bukan hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi sejauh mana program ini mampu menghidupkan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (*/ Marlis – Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses