Jubir BGN Tegaskan Program MBG Berpotensi Tekan Stunting di Indonesia

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Organisasi Narasi dan Wacana Indonesia (NAWA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lesehan 33 Praya, Kabupaten Lombok Tengah tersebut diikuti berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kesiswaan, tokoh masyarakat, serta pelajar. Forum ini digelar untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Sekretaris DaerNarasi dan Wacana Indonesia (NAWA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)ah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda.

Iklan

Menurutnya, forum diskusi seperti ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan serta memberikan masukan konstruktif dalam pelaksanaan program MBG di daerah.

“Diskusi seperti ini penting sebagai ruang bertukar pikiran. Hasilnya dapat menjadi rekomendasi yang konstruktif untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah,” ujarnya.

FGD berlangsung secara dialogis dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Dian Islamiati Fatwa, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Ihsan, serta Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lombok Tengah Alamsyah.

BACA JUGA  Elite NasDem Protes Cover Tempo soal Isu “Merger”, Desak Klarifikasi hingga Libatkan Dewan Pers

Pembina NAWA, Khairul Fahri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemuda, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program MBG.

Ia menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi penting, terlebih pelaksanaan program MBG di Lombok Tengah dalam beberapa waktu terakhir sempat menjadi perhatian publik akibat sejumlah persoalan teknis di lapangan.

“FGD ini menjadi ruang dialog bagi pemuda, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan untuk bertukar gagasan dan pandangan terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan sejumlah organisasi kepemudaan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himasta, serta organisasi kesiswaan seperti OSIS dan OSIM. Para peserta menyampaikan berbagai masukan terkait mekanisme distribusi program MBG hingga dampaknya terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah.

Para peserta juga menilai pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penggerak di tingkat komunitas. Dengan keterlibatan aktif pemuda serta organisasi masyarakat, program pemenuhan gizi dinilai dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Sementara itu, Juru Bicara BGN RI Dian Islamiati Fatwa menegaskan bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Indonesia.

Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

BACA JUGA  Deal Hampir Final! RI Segera Impor Minyak dari Rusia

“Program MBG ini tidak hanya diberikan kepada anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa untuk mencetak generasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyediaan makanan bergizi secara rutin diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama asupan protein, vitamin, serta mineral yang penting bagi masa pertumbuhan.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan, termasuk di Lombok Tengah.

Selain diskusi, kegiatan FGD juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama para peserta dan tamu undangan.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses