JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta penguatan perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kembali jatuhnya korban jiwa saat menjalankan tugas berisiko tinggi di lapangan.
“Nyawa itu sangat berharga, karenanya perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas,” ujar Alex di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas wafatnya Muharmizan, personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, yang meninggal dunia usai bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (30/3/2026).

“Atas nama pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak. Kami juga meminta agar penyebab gugurnya personel ini diselidiki hingga tuntas,” tegasnya.
Alex menekankan bahwa kasus tersebut harus diusut secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. “Penyebab gugurnya personel Manggala Agni ini harus diselidiki hingga tuntas, agar kejadian serupa tak berulang lagi di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi, sehingga harus dibarengi standar keselamatan yang memadai. Menurutnya, Kementerian terkait perlu memastikan seluruh personel, khususnya Manggala Agni, dilengkapi peralatan keselamatan sesuai standar.
“Jangan sampai ada kejadian, tim Manggala Agni bertugas dengan standar keselamatan seadanya,” kata dia.
Selain itu, Alex menyoroti pentingnya jaminan perlindungan bagi para petugas, termasuk asuransi kesehatan dan keselamatan kerja bagi 956 personel Manggala Agni di wilayah Sumatera.
“Perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja ini penting, sebagai bukti kehadiran negara dalam melindungi anggota keluarga dari personel yang mendapat beban tugas negara,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemeriksaan kesehatan rutin bagi petugas sebelum dan selama bertugas. “Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keselamatan personel yang diturunkan memadamkan kobaran api jadi lebih terjaga sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan kerja,” pungkasnya.
Sebelumnya, insiden serupa juga menimpa anggota Brimob Polda Riau, Ipda Donald Junus Halomoan, pada Agustus 2025 saat menangani karhutla di Rokan Hilir.
Kabar duka terbaru datang dari Kabupaten Bengkalis. Kepala Manggala Agni Siak, Ihsan Abdillah, membenarkan meninggalnya Muharmizan.
“Benar, satu orang anggota kita meninggal dunia atas nama Muharmizan,” ujar Ihsan saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, Muharmizan tergabung dalam tim yang dikerahkan ke Bengkalis sejak Minggu (29/3/2026). Pada Senin (30/3/2026), korban bersama tim memadamkan api di lahan gambut mulai pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Setelah menyelesaikan tugas, tim kembali ke penginapan untuk beristirahat. Muharmizan sempat makan malam bersama rekan-rekannya sekitar pukul 19.30 WIB.
Namun tak lama kemudian, ia tiba-tiba roboh. “Petugas puskesmas yang dipanggil menyatakan Muharmizan telah meninggal dunia,” kata Ihsan.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans Desa Palkon menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Riau per Selasa (31/3) mencatat masih terdapat 21 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik, dengan kondisi api masih aktif disertai asap tebal.
Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah, termasuk Pelalawan dan Indragiri Hilir. Petugas di lapangan juga melakukan penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya. (*/Rel)




