Di Tengah Konflik dan Suspend Berkepanjangan, Marlis Hadir Membawa Solusi untuk SPPG Sialang Gaung

Di Tengah Konflik dan Suspend Berkepanjangan, Marlis Hadir Membawa Solusi untuk SPPG Sialang Gaung

Dharmasraya – Di balik setiap persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), selalu ada dampak kemanusiaan yang jauh lebih besar daripada sekadar persoalan administrasi atau operasional. Ketika sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi, yang terdampak bukan hanya mitra atau pengelolanya, tetapi juga ratusan siswa penerima manfaat yang kehilangan akses terhadap makanan bergizi, para relawan yang kehilangan sumber penghasilan, serta yayasan yang tidak lagi memperoleh insentif operasional.

Kondisi itulah yang terjadi di SPPG Sialang Gaung, Kabupaten Dharmasraya, yang selama kurang lebih dua bulan terakhir berada dalam status suspend, sehingga penyaluran menu MBG kepada para siswa penerima manfaat terhenti.

Iklan

Melihat kondisi tersebut, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat, mengambil inisiatif untuk mempertemukan dua pihak yang selama ini berada dalam pusaran permasalahan, yakni Defrino Anwar selaku Mitra dan Jefri Ramanda selaku Kepala SPPG.

Bertempat di Alinia Park & Resort Dharmasraya, mediasi dilakukan dalam suasana kekeluargaan, terbuka, dan penuh empati. Marlis yang juga dikenal sebagai Mediator Profesional bersertifikat berupaya menghadirkan ruang dialog yang sehat agar kedua belah pihak dapat menyampaikan pandangan, kendala, serta harapan masing-masing secara objektif dan konstruktif.

BACA JUGA  Saat Nadiem Mau Bongkar Bukti Penting, Tiba-Tiba Lampu Ruang Sidang Padam, Netizen Langsung Curiga

Alih-alih mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, Marlis justru mengajak kedua pihak untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih besar, yaitu keberlangsungan Program MBG dan kepentingan para penerima manfaat.

“Ketika sebuah SPPG berhenti beroperasi, sesungguhnya tidak ada pihak yang menang. Yang dirugikan adalah anak-anak penerima manfaat, relawan yang kehilangan pekerjaan, dan tujuan mulia program itu sendiri. Karena itu yang harus kita utamakan adalah solusi, bukan memperpanjang konflik,” ujar Marlis.

Dalam proses mediasi tersebut, Marlis mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang selama ini menjadi sumber perbedaan pandangan. Berbagai alternatif penyelesaian kemudian dirumuskan bersama dengan tetap mengedepankan kepentingan program serta kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Alhamdulillah, dialog yang berlangsung secara terbuka dan penuh semangat kebersamaan tersebut akhirnya menghasilkan kesepahaman yang menggembirakan.

Defrino Anwar selaku Mitra menyatakan komitmennya bahwa seluruh kekurangan fasilitas yang sebelumnya menjadi catatan evaluasi telah dilengkapi dan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan mitra untuk memastikan SPPG Sialang Gaung kembali memenuhi standar operasional yang dipersyaratkan.

Di sisi lain, Jefri Ramanda selaku Kepala SPPG juga menyatakan kesediaannya untuk segera menyusun dan menyampaikan Laporan Khusus kepada Badan Gizi Nasional melalui Kepala KPPG Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, STP, M.Si, sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan evaluasi terhadap status suspend yang saat ini masih berlaku.

BACA JUGA  Tak Lagi Sekadar Stadion, GOR Agus Salim Akan Berubah Total! Rp340 Miliar Digelontorkan Pemerintah

Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi seluruh pihak yang selama ini terdampak oleh terhentinya operasional SPPG. Harapan untuk kembali beroperasinya SPPG Sialang Gaung kini semakin terbuka, sehingga layanan MBG kepada siswa penerima manfaat dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Bagi Marlis, keberhasilan mediasi ini bukanlah tentang kemenangan salah satu pihak, melainkan kemenangan akal sehat, komunikasi, dan kepedulian terhadap kepentingan yang lebih besar.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Jika komunikasi dibangun dengan baik dan semua pihak mau menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, maka setiap persoalan pasti dapat dicarikan jalan keluarnya,” tegas Marlis.

Mediasi yang berlangsung di Alinia Park & Resort tersebut menjadi bukti bahwa konflik tidak harus berakhir dengan perpecahan. Dengan niat baik, keterbukaan, dan semangat mencari solusi bersama, perbedaan dapat dijembatani dan harapan dapat dihidupkan kembali.

Kini, seluruh pihak berharap proses yang sedang berjalan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, sehingga SPPG Sialang Gaung dapat kembali beroperasi, relawan kembali bekerja, dan yang terpenting para siswa penerima manfaat kembali memperoleh layanan Makan Bergizi Gratis yang menjadi hak mereka.

“Karena pada akhirnya, yang harus menjadi pemenang adalah masyarakat dan masa depan anak-anak Indonesia.” (*/ Marlis – Ketua DPW HMD GEMAS SUMBAR )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses