TANAH DATAR, ALINIANEWS.COM — Bencana alam galodo yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Tanah Datar, menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas vital masyarakat. Salah satu yang paling terdampak adalah jaringan air bersih, kebutuhan utama yang sangat krusial bagi warga.
Anggota DPRD Tanah Datar dari Komisi III, Dedi Irawan, menjadi salah satu tokoh yang terjun langsung membantu pemulihan pascabencana. Tidak hanya memberikan bantuan logistik pada masa tanggap darurat 26 November lalu, Dedi juga fokus pada perbaikan jaringan air bersih serta pemulihan mental masyarakat melalui program trauma healing berbasis tauhid dan nilai-nilai keagamaan.
Dedi menegaskan bahwa gerak cepat diperlukan agar masyarakat tidak larut dalam kesulitan berkepanjangan.

“Ini tanggung jawab kita sebagai penyelenggara pemerintahan. Saya tidak perlu menunggu arahan; lakukan saja apa yang bisa kita lakukan. Kunjungi daerah terdampak, inventarisir kerusakan, tentukan skala prioritas, lalu ambil peran sesuai kemampuan,” ujarnya.
Dedi juga menggalang donasi pribadi dari sahabat, perantau, hingga organisasi masyarakat untuk mendukung berbagai program pemulihan.
Jorong Gunung Bungsu, Nagari Batipuah Baruah, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius. Jaringan air bersih mati total selama 10 hari setelah pipa utama hanyut tersapu galodo dan bak kontrol mengalami kerusakan berat. Warga bahkan tidak bisa mendapatkan suplai air untuk rumah tangga maupun masjid.
“Bisa kita bayangkan, dalam kondisi apa pun, air bersih adalah sumber utama kehidupan. Ketika itu tidak ada, masyarakat tentu panik,” kata Dedi.
Melalui gotong royong bersama warga, pipa dan bak kontrol akhirnya berhasil diperbaiki, sehingga aliran air kembali normal.
Sebelum bergerak ke Gunung Bungsu, Dedi lebih dulu menyelesaikan masalah air bersih di Jorong Tanjuang dan Jorong Pagu-Pagu, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto. Di sana, pipa juga hanyut dan fasilitas kontrol rusak sehingga suplai air terhenti total.
“Kita harus bergerak cepat demi kepentingan masyarakat. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, lakukan apa yang bisa dilakukan. Dalam kondisi bencana, jangan biarkan masyarakat resah,” tegasnya.
Upaya perbaikan tersebut disambut gembira oleh warga karena kebutuhan dasar mereka kembali terpenuhi setelah masa sulit pascabencana.
Dedi Irawan bersama masyarakat menyampaikan rasa syukur setelah seluruh jaringan yang rusak mulai dipulihkan. Ia berharap kerja keras berbagai pihak menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan.
Masyarakat juga berharap perbaikan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat ke depan. (*/Rel)




