spot_img
spot_img

Maduro Ditangkap Pasukan AS, Terancam Hukuman Mati di Pengadilan Federal New York

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadapi ancaman hukuman mati setelah ditangkap pasukan Amerika Serikat dan dibawa ke Pengadilan Federal di New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana berat. Pemimpin Venezuela berusia 63 tahun itu tiba di Manhattan dengan pengamanan ketat pada Senin (5/1/2026).

Maduro terlihat dikawal aparat keamanan saat dipindahkan dari fasilitas penahanan menuju kendaraan lapis baja, sebelum diterbangkan dengan helikopter melintasi Manhattan. Dalam rekaman udara yang beredar luas, istri Maduro, Cilia Flores, juga tampak diborgol dan digiring di antara iring-iringan kendaraan pengamanan.

Keduanya kemudian hadir di Pengadilan Federal Amerika Serikat Daniel Patrick Moynihan di Manhattan. Maduro akan didampingi pengacara pidana yang ditunjuk pengadilan, David Wikstrom.

Iklan

Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi mengonfirmasi bahwa Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorisme, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senapan mesin dan bahan peledak, termasuk konspirasi untuk memiliki senjata-senjata tersebut.

“Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman mati berdasarkan hukum federal, meskipun vonis mati untuk kasus narkotika tergolong jarang,” kata otoritas AS dalam pernyataannya.

Dakwaan terhadap Maduro sejatinya pertama kali diajukan pada masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, namun diperbarui setelah penangkapannya. Dalam dakwaan terbaru tersebut, jaksa menambahkan sejumlah terdakwa lain, termasuk Cilia Flores.

Jaksa menuding Maduro selama lebih dari dua dekade memfasilitasi penyelundupan kokain ke Amerika Serikat. Sementara itu, Flores dituduh memerintahkan penculikan dan pembunuhan serta menerima suap.

BACA JUGA  China Desak AS Cabut Tarif Sepihak Usai Putusan Mahkamah Agung, Trump Umumkan Tarif Baru 15 Persen

Penangkapan Maduro dan Flores disebut dilakukan dalam sebuah operasi akhir pekan yang melibatkan pasukan elit Delta Force. Sejumlah laporan menyebutkan adanya ledakan di Caracas ketika helikopter Black Hawk dan Chinook melancarkan serangan malam hari untuk mengeksekusi operasi tersebut.

Pam Bondi menegaskan sikap keras pemerintah Amerika Serikat dalam kasus ini.

“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kerasnya keadilan Amerika di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika. Atas nama seluruh Departemen Kehakiman AS, saya ingin berterima kasih kepada Presiden Trump karena memiliki keberanian menuntut pertanggungjawaban atas nama rakyat Amerika. Dan terima kasih sebesar-besarnya kepada militer kita yang berani yang telah melaksanakan misi luar biasa dan sangat berhasil untuk menangkap dua tersangka pengedar narkotika internasional ini,” ujar Bondi.

Menjelang proses persidangan, Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan politik dengan mengeluarkan peringatan keras kepada Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang diperkirakan akan menggantikan Maduro sebagai presiden sementara. Rodriguez diketahui mendapat dukungan Mahkamah Agung dan militer Venezuela.

“Jika dia tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan The Atlantic.

Trump juga menegaskan rencananya untuk menghidupkan kembali operasi perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat di Venezuela. “Mereka akan menghabiskan miliaran dolar dan mereka akan mengambil minyak itu dari dalam tanah,” ujarnya.

BACA JUGA  China Desak AS Cabut Tarif Sepihak Usai Putusan Mahkamah Agung, Trump Umumkan Tarif Baru 15 Persen

Selain itu, Trump mengisyaratkan bahwa tindakan militer tambahan dapat ditempuh apabila kepemimpinan baru Venezuela tidak memenuhi tuntutan AS, termasuk menekan perdagangan narkotika dan membuka sektor minyak. Peringatan serupa turut diarahkan kepada Kolombia.

“Kolombia juga sangat sakit, dijalankan oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya terlalu lama,” ujar Trump.

Ketika ditanya apakah intervensi militer menjadi opsi, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.” =

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses