JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pemerintah menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah besar ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta cadangan minyak goreng nasional, dan disalurkan melalui Perum Bulog.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penyaluran bantuan telah dilakukan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Untuk Aceh, bantuan hampir 15 ribu ton sudah dikirim, tepatnya 14.898 ton beras. Selain itu juga disalurkan 1,5 juta liter minyak goreng,” kata Zulkifli Hasan saat di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/12).

Selain Aceh, pemerintah juga mengirimkan bantuan pangan dalam jumlah besar ke Sumatra Utara. Zulhas menyebut total beras yang disalurkan ke provinsi tersebut mencapai hampir 20 ribu ton.
“Sumatra Utara sebanyak 19.776 ton beras, hampir 20 ribu ton, dan minyak goreng sekitar 3 juta liter,” ujarnya.
Sementara itu, bantuan untuk Sumatra Barat juga telah direalisasikan. Pemerintah mengirimkan hampir 8 ribu ton beras ke provinsi tersebut, disertai lebih dari satu juta liter minyak goreng.
“Sumatra Barat 7.900 ton beras, hampir 8 ribu ton, dengan minyak goreng 1,33 juta liter,” imbuhnya.
Zulkifli menegaskan seluruh proses distribusi bantuan pangan ke daerah terdampak bencana dilaksanakan oleh Perum Bulog. Ia mengaku telah menerima laporan langsung dari Direktur Utama Bulog terkait realisasi penyaluran bantuan tersebut.
“Itu pelaksanaannya dilakukan Bulog dan saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut Bulog soal penanganan Aceh, Sumut dan Sumbar,” tegasnya.
Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan bagi korban bencana di Sumatra akan terus dipantau agar tepat sasaran dan mampu meringankan beban masyarakat terdampak. Pemerintah juga berkomitmen menjaga ketersediaan stok pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan akibat bencana alam. (*/Rel)




