spot_img
spot_img

Menembus Pedalaman, Menjemput Harapan: Ekspedisi Heroik Mewujudkan Dapur SPPG 3T di Dua Nagari

DHARMASRAYA, ALINIANEWS.COM – Hari itu menjadi saksi perjalanan panjang yang penuh tekad, dilakukan dalam rentang waktu yang berbeda namun tetap pada hari yang sama. Drs. H. Marlis, MM Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia sekaligus Ketua DPW HMD Gemas Provinsi Sumatera Barat turun langsung ke pedalaman Dharmasraya untuk melakukan dua survei lokasi terpisah bagi rencana pembangunan Dapur SPPG Type 3T di Nagari Panyubarangan dan Nagari Taratak Tinggi. Kedua nagari tersebut berada di Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, wilayah yang luas dan memiliki tantangan akses yang cukup berat.

Bahkan Nagari Taratak Tinggi dikenal sebagai nagari terluar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sijunjung, menjadikannya salah satu wilayah strategis namun terpencil. Namun di balik kondisi geografis yang menantang itu, kedua nagari menyimpan kekuatan ekonomi lokal yang cukup baik.

Rata-rata masyarakatnya memiliki kebun sawit yang cukup luas, sehingga secara ekonomi mereka relatif mampu dan mandiri. Tetapi tetap saja, akses terhadap pelayanan gizi, pendidikan pangan, dan fasilitas dapur standar nasional masih menjadi kebutuhan mendesak yang belum tersentuh.

Iklan

Dalam dua misi berbeda tersebut, Marlis didampingi oleh pemimpin nagari yang penuh dedikasi:

Bakri, Walinagari Panyubarangan, dan Debita Darni Sumarja, Walinagari Taratak Tinggi.

Melintasi Jalan Berlubang dan Tanah Merah: Perjalanan yang Menguji Tekad

Jalan menuju kedua nagari dipenuhi lubang, jalur tanah merah panjang, serta medan pedalaman yang menguras tenaga. Meski kondisi ekonomi masyarakat relatif baik berkat perkebunan sawit, akses infrastruktur tetap menjadi tantangan besar. Perjalanan survei yang dilakukan di waktu berbeda namun pada hari yang sama itu memperlihatkan dengan jelas: kebutuhan fasilitas gizi tidak boleh menjadi hak istimewa bagi yang mudah dijangkau saja—tetapi harus hadir juga untuk wilayah terluar dan terpencil.

BACA JUGA  SIG Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir di Padang

Harapan Tinggi dari Pemimpin Nagari

Bakri — Walinagari Panyubarangan

“Masyarakat kami mayoritas petani sawit dan secara ekonomi cukup baik, tapi kami tetap membutuhkan fasilitas gizi untuk anak-anak dan pelayanan pangan yang lebih terstruktur. Kami berharap Nagari Panyubarangan diusulkan secara resmi kepada Pemkab Dharmasraya dan Badan Gizi Nasional.”

Debita Darni Sumarja — Walinagari Taratak Tinggi

Memimpin nagari terluar berbatasan Sijunjung bukanlah hal mudah. Meski masyarakatnya juga memiliki kebun sawit yang luas, pelayanan publik sering kali sulit diakses.

“Kami siap menyediakan lahan, siap bekerja sama. Mohon kiranya Nagari Taratak Tinggi bisa diusulkan kepada Pemkab Dharmasraya dan BGN untuk pembangunan Dapur SPPG Type 3T. Ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda dan kaum ibu.”

Marlis: “Kita Akan Kawal Perjuangan Ini Hingga ke Pemkab dan Badan Gizi Nasional”

Melihat langsung kondisi dua nagari yang ekonominya cukup kuat namun infrastrukturnya menantang, Marlis menegaskan bahwa pembangunan dapur ini sangat penting untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan akses layanan dasar.

“InsyaAllah, semua hasil survei ini akan kita kawal hingga ke Pemkab Dharmasraya dan BGN. Jalan yang terjal tidak akan menghentikan ikhtiar kita. Masyarakat di sini punya kekuatan ekonomi, dan sekarang saatnya mereka juga mendapatkan kekuatan gizi dan layanan pangan yang standar.”

Menanti Terwujudnya Dapur SPPG: Ketika Harapan Makin Dekat

Jika Dapur SPPG Type 3T disetujui, masyarakat di dua nagari dengan potensi ekonomi sawit ini akan merasakan: Pelayanan gizi berkualitas untuk anak-anak,pusat pemberdayaan pangan bagi ibu-ibu, peningkatan kesehatan dan pola makan,integrasi antara potensi ekonomi dan layanan publik, serta bukti nyata kehadiran negara hingga wilayah terluar.

BACA JUGA  Resmi Disetujui BGN, SPPG Alinia Purwodadi Tebo Dibangun Baru sebagai Wujud Nyata Spirit MBG

Ekspedisi ini bukan hanya survei lokasi tetapi langkah awal untuk menyempurnakan kualitas hidup masyarakat pedalaman yang sebenarnya sudah kuat secara ekonomi, namun masih membutuhkan fasilitas dasar yang merata.

Dan hari itu, di Panyubarangan dan Taratak Tinggi, harapan itu akhirnya menemukan jalan untuk diwujudkan. (*/Marlis )

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses