spot_img
spot_img

Hujan 5 Hari Tanpa Henti, Dua Rumah di Padang Hanyut dan 50 KK Dievakuasi

PADANG, ALINIANEWS.COM — Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang selama lima hari berturut-turut mengakibatkan banjir di sejumlah titik, termasuk dua rumah warga yang hanyut di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Selasa (25/11/2025).

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ia mengatakan air bercampur lumpur sudah masuk ke rumah warga sejak pagi sebelum akhirnya dua rumah terseret arus saat debit air meningkat siang hari.

“Di Batu Busuk tadi pagi air bercampur lumpur masuk ke rumah warga, dan siang ini dua rumah hanyut, namun sejak tadi pagi warga sudah dievakuasi bersama tim gabungan,” ujar Hendri.

Iklan

Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di kawasan itu telah dipindahkan ke lokasi aman. Evakuasi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Padang bersama Basarnas, Damkar, relawan kebencanaan, TRC Semen Padang, dan masyarakat setempat.

Hendri mengatakan air di lokasi kini mulai surut, namun warga tetap diminta siaga karena hujan masih terjadi di bagian hulu. Banjir genangan dan banjir bandang juga terpantau di beberapa wilayah lain, seperti Gunung Pangilun, Ulak Karang, Bypass depan RS Siti Rahmah, Tunggul Hitam, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Koto Tangah.

BMKG Minangkabau memperkirakan cuaca ekstrem di Sumatera Barat masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan akibat bibit siklon 95B yang terpantau di Malaysia.

BACA JUGA  Lima Tersangka Korupsi Kredit Kelompok Tani di Siak Resmi Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp9,9 Miliar

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut memicu terjadinya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Sumbar, sehingga pertumbuhan awan hujan terjadi secara masif.

“Hal itu memicu pertumbuhan awan hujan secara masif yang membuat hujan berlangsung terus-menerus dari pagi, siang, hingga malam,” ungkap Yudha.

Menurutnya, daerah paling terdampak meliputi Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, dan wilayah pesisir barat. Angin kencang hingga 40 km/jam juga terpantau di daerah pesisir.

“Ada pengumpulan uap air yang kuat di pesisir. Bukan hanya awan hujan, tapi juga terpantau angin kencang hingga 40 km per jam,” jelasnya.

BMKG mencatat, hujan berintensitas tinggi ini terjadi hampir 24 jam tanpa jeda karena Sumbar sedang berada pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem diperkirakan bertahan hingga 29 November sebelum intensitasnya menurun, dengan potensi hujan bergeser ke arah barat daya seperti Pasaman Barat dan Agam bagian barat.

Yudha juga menyebut fenomena ini dipengaruhi anomali cuaca dan perubahan iklim global yang meningkatkan aktivitas cuaca ekstrem.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan galodo.

“Kami mengingatkan seluruh warga Sumatera Barat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan galodo. Situasi cuaca masih dinamis, jadi tetap waspada,” tegas Yudha.

BACA JUGA  BPI KPNPA RI Sumbar Apresiasi Keberanian Kadisdik Hentikan Pengadaan Buku SMK Berpotensi Korupsi

BPBD Padang menyampaikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan sambil memantau potensi banjir susulan, terutama di wilayah yang berada dekat sungai dan lereng perbukitan. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses