JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menebar serangan politik tajam. Kali ini, sasarannya adalah Zohran Mamdani, kandidat Wali Kota New York yang juga merupakan calon muslim pertama dalam sejarah kota itu.
Trump menyerang Mamdani melalui akun media sosialnya, dengan komentar bernada keras dan kontroversial yang memicu gelombang kecaman luas.
“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku membenci Yahudi, adalah orang bodoh!!!” tulis Trump di platform media sosialnya, dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/11/2025).

Kandidat Muslim Pertama, Janjikan New York Lebih Terjangkau
Zohran Mamdani, 34 tahun, dikenal sebagai sosok muda progresif dari Partai Demokrat. Ia berjanji menjadikan New York sebagai kota yang lebih terjangkau bagi warganya — mulai dari kebijakan perumahan hingga reformasi perpajakan.
Mamdani secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilihan yang digelar pada Selasa (4/11) waktu setempat, melawan dua pesaing utamanya: Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa dari Partai Republik.
Kemenangan Mamdani, jika terjadi, akan menjadi sejarah baru bagi Amerika — sekaligus memperkuat pengaruh sayap kiri progresif dalam tubuh Partai Demokrat.
Trump Ancam Hentikan Dana Federal Jika Mamdani Menang
Tak hanya melontarkan serangan pribadi, Trump juga mengancam akan memotong dana federal untuk Kota New York jika Mamdani terpilih.
“Sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbang dana federal, selain dari jumlah minimum yang diwajibkan,” ujar Trump di media sosialnya, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (4/11).
Trump juga terang-terangan menyatakan dukungan kepada rival Mamdani, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo.
“Entah Anda secara pribadi menyukai Andrew Cuomo atau tidak, Anda benar-benar tidak punya pilihan. Anda harus memilihnya, dan berharap dia melakukan pekerjaan yang fantastis,” tulis Trump.
Dalam unggahan lain, Trump bahkan memperingatkan bahwa memilih kandidat Partai Republik Curtis Sliwa justru akan menguntungkan Mamdani. Ia menegaskan, satu-satunya cara untuk menghentikan Mamdani adalah dengan memilih Cuomo.
Diserang Sebagai Komunis, Dituduh Anti-Yahudi
Sepanjang masa kampanye, Partai Republik menuding Mamdani sebagai sosok berhaluan kiri ekstrem. Trump bahkan menyebutnya sebagai komunis dan menuduhnya membenci Yahudi.
Namun, bagi banyak pengamat, serangan itu lebih mencerminkan strategi politik ketakutan yang kerap digunakan Trump menjelang pemilu.
Mamdani sendiri merupakan anggota Majelis Negara Bagian New York kelahiran Uganda, dan dikenal sebagai pendukung sosialisme demokrat.
Pada 24 Juni lalu, ia mengejutkan dunia politik Amerika dengan kemenangan telak dalam pemilihan pendahuluan, menyingkirkan kandidat mapan dari Partai Demokrat.
Dalam platform kampanyenya, Mamdani berjanji akan menaikkan pajak bagi warga terkaya New York, meningkatkan tarif pajak perusahaan, dan membekukan tarif sewa bagi apartemen dengan harga stabil.
Ia juga berkomitmen memperluas subsidi perumahan publik — langkah yang membuatnya populer di kalangan pemilih muda dan kelas pekerja, namun membuat resah komunitas bisnis dan keuangan di kota itu. (*/Rel)




