“Saya Tidak Nyaleg, Saya Jualan Sate”

“Saya Tidak Nyaleg, Saya Jualan Sate”

Catatan Ringan dari Warung Sate Kambing & Ayam Pak Jan di Rimbo Bujang

Oleh: Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( CEO ALINIA GROUP )

Iklan

Sore itu saya baru saja menyelesaikan kegiatan Interview dan Seleksi Calon Relawan SPPG Alinia Purwodadi di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Sebanyak 107 pelamar mengikuti proses seleksi untuk berbagai formasi, mulai dari staf dapur, driver, satpam, staf akunting hingga ahli gizi.

Seharian penuh saya menyaksikan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi untuk menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Banyak di antara mereka datang dengan harapan sederhana: memperoleh pekerjaan yang halal dan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Setelah rangkaian kegiatan yang cukup panjang tersebut selesai, saya memutuskan untuk mampir ke sebuah warung sate di kawasan Rimbo Bujang untuk melepas lelah sekaligus mengisi perut yang mulai menuntut haknya.

Pilihan saya jatuh ke Warung Sate Kambing & Ayam Pak Jan.

Suasana sore itu relatif sepi. Maklum, belum memasuki jam makan malam. Hanya beberapa pelanggan yang terlihat menikmati hidangan sambil berbincang santai.

Namun perhatian saya justru tertuju pada sebuah baliho yang terpajang di dinding bagian dalam warung tersebut.

Tulisan besar di bagian atas langsung membuat saya tersenyum.

“SAYA TIDAK NYALEG, SAYA JUALAN SATE.”

Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan, dan pernah duduk sebagai Anggota DPRD Prov. Sumbar selama 2 priode, kalimat itu terasa sangat menggelitik.

BACA JUGA  Pengadaan Motor Listrik, Tablet hingga TV MBG Diduga Di-Mark Up, DPR Mengaku Tak Tahu

Dari desainnya, baliho tersebut dibuat layaknya alat peraga kampanye. Foto pemilik usaha mengenakan jas dan dasi dengan pose formal. Sekilas orang bisa saja mengira sedang melihat foto seorang calon anggota legislatif.

Tetapi ketika mata beralih ke bagian berikutnya, ternyata yang ditawarkan bukan kursi parlemen.

AYO PILIH…!!

Sate Kambing

Sate Ayam

Gulai Kambing

Tongseng Kambing

Tidak ada nomor urut.

Tidak ada lambang partai.

Tidak ada janji politik.

Yang ada hanyalah pilihan menu yang siap mengobati rasa lapar.

Yang membuat saya semakin tersenyum adalah slogan yang tertulis di bagian bawah baliho:

“Mari…!!! Bersama-Sama Kita Membangun Kesejahteraan Perut Lapar.”

Kalimat sederhana itu menurut saya sangat cerdas.

Di tengah berbagai slogan besar tentang pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi, Pak Jan memilih fokus pada persoalan yang paling mendasar:

perut lapar.

Dan harus diakui, ketika seseorang sedang lapar, kesejahteraan perut memang menjadi prioritas utama.

Marketing yang Tidak Diajarkan di Banyak Seminar

Sebagai pelaku usaha, saya melihat baliho ini bukan sekadar humor.

Ini adalah contoh marketing kreatif yang sangat efektif.

Banyak pelaku usaha berpikir bahwa promosi harus mahal agar berhasil. Padahal yang paling penting adalah bagaimana membuat orang berhenti sejenak, memperhatikan, lalu mengingat.

Baliho Pak Jan berhasil melakukan itu.

Orang yang melihatnya akan tersenyum.

Orang yang tersenyum akan mengingat.

BACA JUGA  Program MBG Terus Jalan! Kementerian PU Selesaikan 222 Dapur Lengkap dengan Genset dan IPAL

Dan sesuatu yang mudah diingat biasanya lebih mudah mendatangkan pelanggan.

Bahkan ketika sore itu warung terlihat relatif sepi, saya yakin baliho tersebut telah menjadi bahan cerita bagi banyak orang yang pernah mampir ke sana.

Tanpa disadari, promosi berjalan dari mulut ke mulut.

Dan promosi seperti itulah yang sering kali paling efektif.

Kampanye yang Berhasil Mendapatkan Suara Saya

Setelah cukup lama memperhatikan baliho tersebut, saya akhirnya memesan sate ayam.

Dan secara jujur harus saya akui, menu yang dihidangkan memang enak.

Yang menarik, sate ayam di warung ini disajikan bukan dengan kuah kacang seperti yang umum ditemukan di banyak daerah, melainkan dengan racikan kecap manis yang dicampur irisan cabai rawit, bawang merah, dan potongan tomat segar.

Perpaduan sederhana itu justru menghadirkan cita rasa yang khas.

Aroma sate yang baru diangkat dari pembakaran berpadu dengan manisnya kecap, pedasnya cabai rawit, segarnya tomat, dan gurihnya daging ayam yang dibakar dengan tingkat kematangan yang pas.

Sebagai penikmat kuliner, saya harus mengakui bahwa rasa sate yang disajikan sore itu memang sangat nikmat.

Bahkan saya sempat berpikir, mungkin baliho unik tersebut bukan sekadar strategi pemasaran yang kreatif, tetapi juga bentuk kepercayaan diri pemilik usaha terhadap kualitas produknya.

Karena dalam bisnis kuliner, iklan yang menarik memang bisa membuat orang datang untuk pertama kali.

BACA JUGA  Saat Nadiem Mau Bongkar Bukti Penting, Tiba-Tiba Lampu Ruang Sidang Padam, Netizen Langsung Curiga

Tetapi hanya rasa yang enak yang mampu membuat pelanggan datang kembali.

Pelajaran dari Pak Jan

Di tengah perjalanan pulang dari kegiatan seleksi Relawan SPPG Alinia Purwodadi, saya tidak menyangka akan menemukan sebuah pelajaran bisnis yang menarik dari Warung Sate Kambing & Ayam Pak Jan.

Pak Jan tampaknya memahami satu hal yang sangat penting dalam dunia usaha:

Perhatian pelanggan tidak selalu dibeli dengan biaya besar, tetapi sering kali diperoleh melalui kreativitas yang sederhana.

Baliho yang lucu membuat orang tersenyum.

Pelayanan yang baik membuat orang nyaman.

Dan rasa yang enak membuat orang kembali.

Menurut saya, itulah kombinasi yang dimiliki oleh Sate Kambing & Ayam Pak Jan.

Sore itu saya datang karena lapar.

Saya tersenyum karena membaca balihonya.

Saya menikmati sate ayam yang lezat dengan racikan kecap, cabai rawit, bawang merah, dan tomat segar.

Dan saya pulang dengan satu kesimpulan sederhana:

Pak Jan memang tidak sedang nyaleg.

Tetapi lewat kreativitas pemasarannya dan kualitas cita rasa masakannya, beliau berhasil mendapatkan suara saya sebagai pelanggan.

Selamat untuk Pak Jan. Sebuah contoh bahwa kreativitas, kejujuran, dan kualitas produk masih menjadi resep terbaik dalam membangun usaha kuliner yang berkesan. (*/ Marlis – CEO ALINIA GROUP )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses