Peserta Heboh Jawaban CAT Disebut Berubah Sendiri, BKN Akhirnya Buka Suara soal Seleksi Koperasi Merah Putih

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Badan Kepegawaian Negara buka suara terkait keluhan peserta seleksi calon pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 yang ramai di media sosial. Sejumlah peserta mengaku mengalami gangguan teknis saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT), termasuk munculnya tampilan jawaban yang disebut berubah sendiri.

Hingga hari keempat pelaksanaan tes, sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti ujian CAT dari total 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi pengadaan sumber daya manusia program tersebut. Sementara jumlah pendaftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden tercatat mencapai 487.819 orang.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN Wisudo Putro Nugroho meminta peserta tetap tenang dan tidak panik saat mengerjakan ujian.

Iklan

“Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang,” ujar Wisudo dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, sistem CAT sebenarnya telah dirancang agar setiap jawaban yang disimpan langsung masuk ke pangkalan data sehingga peserta tidak perlu melakukan klik berulang kali.

Ia menjelaskan, tampilan jawaban yang terlihat berubah di layar bukan berarti data peserta hilang atau terganti, melainkan terjadi jeda sistem akibat tingginya akses pengguna secara bersamaan.

“Dalam hal data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah, hal tersebut dikarenakan ada waktu jeda dalam kondisi jaringan pada akses sedang tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA  Rakernis Bareskrim Digelar, Kapolri Warning Kejahatan Modus Baru: KUHP Baru Harus Dipahami Semua Polisi

BKN juga meminta peserta memberikan jeda waktu agar sistem dapat memproses pengiriman jawaban secara optimal ke server.

“Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu saat proses kirim jawaban ke server,” tambah Wisudo.

Dalam seleksi ini, peserta menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif dirancang untuk mengukur kecepatan kerja serta kemampuan berpikir peserta dalam menyelesaikan soal secara tepat dalam waktu terbatas.

Karena itu, BKN menilai strategi pengerjaan menjadi faktor penting selama ujian berlangsung.

Selain meminta peserta tetap fokus, BKN juga membagikan sejumlah tips agar pengerjaan CAT berjalan maksimal. Peserta disarankan memprioritaskan soal yang lebih mudah, mengatur ritme pengerjaan sesuai durasi subtes, serta menghindari kepanikan yang dapat mengganggu konsentrasi.

Wisudo memastikan sistem CAT yang digunakan telah melalui berbagai pengujian guna menjamin keadilan dan transparansi proses seleksi.

“Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah berharap seleksi tersebut mampu menjaring talenta terbaik yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif tinggi, tetapi juga mampu bekerja efektif untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. (*/Rel)

BACA JUGA  “Pesantren Jangan Jadi Kedok!” Gus Ipul Murka Usai Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Pati
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses