“Pesantren Jangan Jadi Kedok!” Gus Ipul Murka Usai Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Pati

BEKASI, ALINIANEWS.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengecam keras dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang pimpinan pondok pesantren terhadap santriwatinya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penyimpangan serius yang mencoreng dunia pendidikan pesantren.

“Kami terus terang tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ya ada pesantren dijadikan kedok,” kata Gus Ipul di Bekasi, Rabu malam, 6 Mei 2026.

Menurut Gus Ipul, lingkungan pesantren seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri untuk menimba ilmu agama dan pendidikan moral, bukan justru dimanfaatkan untuk tindakan yang melanggar hukum dan nilai kemanusiaan.

Iklan

“Hanya untuk melakukan, melampiaskan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi di pesantren,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, telah bergerak melakukan penanganan terhadap korban melalui pendampingan intensif dan asesmen psikososial. Kementerian Sosial juga menurunkan tenaga pendamping untuk memastikan kondisi korban terus dipantau.

“Ya kita lakukan pendampingan juga, kita lakukan asesmen juga. Jadi beberapa pendamping kami sedang mencoba untuk melakukan komunikasi, melakukan pendampingan,” jelas Gus Ipul.

Ia menambahkan, pemerintah siap memberikan layanan lanjutan bagi korban, termasuk rehabilitasi psikososial dan layanan residensial apabila dibutuhkan.

“Dan kami siap nanti untuk membantu jika memerlukan layanan-layanan psikososial termasuk tentu adalah layanan residensial,” tambahnya.

Gus Ipul mengatakan fasilitas layanan pemulihan tersebut telah tersedia di wilayah Pati melalui sentra milik Kementerian Sosial yang dapat digunakan untuk membantu pemulihan korban, baik secara mental maupun fisik.

BACA JUGA  Guru Honorer Dihapus Mulai 2027? Pemerintah Buka Suara soal Nasib Ratusan Ribu Guru Non-ASN

“Di Pati kami ada sentra yang bisa membantu para korban untuk memperoleh layanan-layanan yang membantu segera memulihkan secara mental, secara fisik, dan lain seperti ini,” ucapnya.

Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, Gus Ipul mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan generalisasi terhadap seluruh pondok pesantren. Ia menegaskan masih banyak pesantren yang menjalankan fungsi pendidikan dengan baik dan sungguh-sungguh membina para santri.

“Untuk itu kita sama-sama mari berikan pengawasan secara ketat ya dan kita jangan sama ratakan. Ini kasus, banyak pesantren-pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” tutur dia.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga mengajak seluruh pihak memperkuat pengawasan terhadap lingkungan pendidikan demi memastikan perlindungan terhadap para santri.

“Mari kita jaga ini para santri ini, tidak hanya para korban tapi juga santri yang ada di sana, semuanya harus kita beri perlindungan. Kita perlu juga berikan rehabilitasi dan pemberdayaan,” tegas Gus Ipul. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses