BANDUNG, ALINANEWS.COM – Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Indonesia, Yusuf Supriadi, SE, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi (MBG) merupakan kebijakan strategis negara yang telah melalui proses pembahasan dan persetujuan resmi dalam mekanisme penganggaran nasional. Menurut Yusuf Supriadi, polemik yang berkembang belakangan ini harus dilihat secara proporsional dan konstitusional.
“Program Makan Bergizi adalah program yang anggarannya telah diketok palu dan disepakati bersama oleh pemerintah dan DPR. Untuk Tahun 2025 maupun kesinambungan Tahun 2026, itu adalah bagian dari keputusan resmi negara. Maka pelaksanaannya adalah bentuk menjalankan amanat konstitusi, bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba,” tegas Yusuf. Ia menjelaskan bahwa sebagai mitra pelaksana di lapangan, HMD GEMAS berkomitmen penuh menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan program. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disertai tanggung jawab dan semangat membangun.
“Kami menghormati kritik. Tetapi yang lebih penting saat ini adalah memastikan program berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi anak-anak Indonesia. Energi bangsa harus diarahkan pada penguatan pelaksanaan, bukan pada polemik yang melemahkan kepercayaan publik,” ujarnya. Yusuf menegaskan bahwa Program Makan Bergizi bukan sekadar agenda distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Program ini membentuk kedisiplinan, kejujuran, kebersihan, ketertiban, serta kesadaran pola makan sehat dan gizi seimbang. Kita ingin generasi ke depan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, kesehatan yang prima, kecerdasan intelektual, serta kematangan emosional. Ini adalah fondasi menuju Generasi Emas 2045,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus DPP, DPW, DPD hingga anggota HMD GEMAS di seluruh Indonesia untuk menunjukkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
“Jawaban terbaik atas keraguan adalah bukti di lapangan. Pastikan kualitas bahan pangan terjaga, standar higienitas terpenuhi, distribusi tertib, dan pengelolaan dilakukan secara transparan. Integritas adalah harga mati,” tegas Yusuf. Selain dampak kesehatan dan pendidikan, Yusuf juga menyoroti efek ekonomi dari program tersebut. Menurutnya, Program Makan Bergizi menggerakkan ekonomi akar rumput, membuka lapangan kerja, serta memberdayakan tenaga terampil di berbagai daerah, termasuk hingga pelosok dan wilayah perbatasan.
“Program ini menyentuh dari kota hingga desa, dari daratan sampai pegunungan. Ia mengakomodir tenaga kerja terampil sesuai bidangnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ini bukan hanya soal makan siang, ini soal membangun ekosistem ekonomi dan kualitas SDM secara bersamaan,” tambahnya. Di akhir pernyataannya, Sekjen DPP HMD GEMAS Indonesia itu mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan Program Makan Bergizi demi masa depan Indonesia.
“Anak-anak Indonesia harus menjadi subjek inovasi dan produktivitas global, bukan sekadar penonton. Program ini adalah bagian dari ikhtiar besar menuju Indonesia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tahun 2045,” pungkas Yusuf Supriadi, SE. (*/Marlis)




