spot_img
spot_img

Anggaran Pendidikan Naik, Program Makan Bergizi Gratis Tidak Menggerus Dana Pendidikan

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pemerintah menegaskan bahwa anggaran pendidikan nasional pada tahun 2026 dipastikan meningkat dan tidak mengalami pengurangan sedikit pun akibat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini sekaligus menjadi bantahan atas berbagai narasi keliru dan menyesatkan yang menyebutkan bahwa pendanaan MBG diambil dari pos anggaran pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, secara terbuka menyampaikan di Surabaya bahwa anggaran pendidikan di lingkungan Kemendikdasmen tidak dipangkas, bahkan mengalami peningkatan yang signifikan.

> “Jika ada yang mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis mengurangi anggaran pendidikan, maka kami tegaskan itu tidak benar. Program pendidikan Bapak Presiden tetap berjalan dengan sebaik-baiknya dan justru mengalami peningkatan,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.

Iklan

Anggaran Pendidikan Menguat, Revitalisasi Sekolah Dipercepat

Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi lebih dari 16.000 satuan pendidikan, dengan progres pembangunan yang telah mencapai 93 persen.

Memasuki tahun 2026, APBN kembali mencantumkan alokasi lebih dari Rp14 triliun untuk revitalisasi lebih dari 11.000 satuan pendidikan. Tidak berhenti di situ, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan akan adanya tambahan program revitalisasi bagi sekitar 60.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Langkah ini menegaskan komitmen kuat negara dalam memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara masif, merata, dan berkelanjutan.

Digitalisasi dan Bantuan Pendidikan Terus Diperluas

BACA JUGA  Gojek Bantah Keterkaitan Rp 809 Miliar dengan Proyek Chromebook Kemendikbudristek

Penguatan kualitas pendidikan nasional juga dilakukan melalui percepatan digitalisasi pembelajaran. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan distribusi interactive flat panel ke lebih dari 325.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) tetap berjalan dan bahkan diperluas hingga menyasar peserta didik jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), sebagai bentuk komitmen negara dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif sejak usia dini.

Negara Hadir untuk Guru

Pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Pada tahun 2026, dialokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1, dengan bantuan sebesar Rp3.000.000 per semester.

Kebijakan ini menegaskan bahwa guru tetap menjadi pilar utama transformasi pendidikan nasional.

MBG dan Pendidikan Berjalan Seiring

Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh, dan tidak mengambil hak pendidikan rakyat.

Dengan anggaran pendidikan yang meningkat, revitalisasi sekolah yang masif, digitalisasi pembelajaran yang diperluas, serta dukungan konkret bagi peserta didik dan guru, jelas bahwa negara tidak mengorbankan pendidikan, melainkan memperkuat fondasinya demi masa depan Indonesia yang lebih unggul dan berdaya saing. (*/Redaksi)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses