spot_img
spot_img

Ketua Umum KNPS Indonesia: Influencer Harus Bijak dan Objektif Menarasikan Program MBG

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, memberikan sorotan terhadap berkembangnya opini publik di media sosial terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan secara nasional.

Menurutnya, derasnya arus informasi di ruang digital harus diimbangi dengan tanggung jawab moral, terutama dari para influencer dan konten kreator yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik. Ia menegaskan bahwa narasi yang dibangun mengenai program strategis pemerintah tersebut harus bersifat objektif, berbasis data, serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

“Program MBG bukan sekadar kebijakan jangka pendek. Ini adalah fondasi besar untuk menyiapkan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, narasi yang berkembang di media sosial seharusnya membangun optimisme, bukan sekadar mengejar engagement dengan informasi yang belum terverifikasi,” ujar David Hamka.

Iklan

Program Makan Bergizi Gratis sendiri dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mendukung tumbuh kembang generasi muda, sekaligus menekan angka stunting. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berbicara soal pembagian makanan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan, pendidikan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat kecil yang terlibat dalam rantai distribusi dan penyediaan bahan pangan.

David menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, kritik yang disampaikan harus bersifat konstruktif dan disertai solusi. Ia mengingatkan agar tidak ada narasi yang menggiring opini secara sepihak tanpa memahami proses dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

BACA JUGA  Menguatkan Evaluasi dan Kolaborasi untuk Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Influencer memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi. Maka dari itu, penting untuk menyampaikan informasi secara utuh, berimbang, dan tidak berorientasi pada sensasi atau viralitas semata,” tegasnya.

Ia bahkan menyampaikan keyakinannya bahwa sebagian konten kreator mungkin belum meninjau langsung proses operasional di dapur MBG. Karena itu, ia mendorong agar para pembuat konten turun langsung melihat proses penyajian makanan dari awal hingga akhir.

“Saya yakin banyak yang belum melihat langsung bagaimana proses di dapur MBG berjalan. Jika perlu, buatlah konten dari dapur MBG, agar masyarakat bisa melihat secara transparan bagaimana makanan dipersiapkan hingga sampai ke tangan anak-anak,” tambahnya.

David Hamka juga mengajak seluruh elemen masyarakat pemerintah, sekolah, orang tua, hingga komunitas untuk bersama-sama mengawal program ini agar tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi adalah kunci keberhasilan, karena tujuan semua pihak sejatinya sama: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak demi masa depan yang lebih baik.

“Tujuan kita sama, yaitu memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak. Mari kita kawal bersama dengan sikap dewasa, penuh tanggung jawab, dan semangat gotong royong,” tutupnya. (*/Red)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses