JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keterlibatan aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat, sebuah terobosan pendidikan gratis yang digulirkan pemerintah untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pembukaan 166 Sekolah Rakyat yang dilaksanakan secara serentak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa peran TNI dan Polri tidak hanya dibutuhkan pada aspek pengamanan atau operasional, tetapi juga dalam pembinaan karakter peserta didik.
“Kalau perlu, saya ingin meminta TNI dan Polri untuk menugaskan beberapa perwira agar mengunjungi dan membimbing sekolah-sekolah ini,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Presiden, pengalaman TNI dan Polri dalam menanamkan disiplin, ketertiban, dan tanggung jawab dapat menjadi modal penting dalam membentuk karakter anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia mencontohkan, nilai-nilai sederhana seperti berpakaian rapi dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara disiplin dapat ditanamkan sejak dini.
Prabowo menegaskan, kehadiran TNI dan Polri di lingkungan sekolah diharapkan bukan bersifat simbolis, melainkan memberikan teladan nyata yang dapat ditiru para siswa.
Selain mendorong keterlibatan TNI dan Polri, Presiden juga mengingatkan para guru agar selalu menjadi contoh bagi murid-muridnya. Menurut Prabowo, tenaga pendidik memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai kedisiplinan sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.
Tak hanya itu, Presiden turut meminta jajaran menteri terkait untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama mengatasi berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Kendala tersebut antara lain mencakup keterbatasan fasilitas sekolah dan perlengkapan pembelajaran yang dibutuhkan agar proses pendidikan berjalan optimal.
Prabowo menilai Program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Lebih jauh, program ini juga dipandang sebagai instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah menargetkan pembangunan dan pengoperasian hingga 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sampai dengan tahun 2029, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menciptakan generasi yang berpendidikan, berkarakter, dan berdaya saing. (*/Rel)




