PADANG, ALINIANEWS.COM — Kasus kematian seorang pengamen bernama Karim usai diamankan petugas Satpol PP Kota Padang di kawasan Pasar Raya terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Desakan terbaru datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang yang meminta aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara terbuka.
Kader HMI Cabang Padang, Habib Prananda Andy, menegaskan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. Ia menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang harus dijelaskan kepada publik.
“Kami meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan berkeadilan. Kematian Karim saat berada dalam pengawasan aparat atau sesaat setelah penangkapan adalah hal yang tidak wajar dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” ujarnya.

Dugaan kejanggalan menguat
Sorotan terhadap kasus ini semakin tajam setelah keluarga korban menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Karim yang dinilai tidak sejalan dengan keterangan awal pihak berwenang.
Sebelumnya, Satpol PP Kota Padang menyebut Karim diamankan karena diduga mengamuk dan membawa senjata tajam. Namun, keluarga korban meragukan kronologi tersebut dan menilai ada hal yang belum terungkap terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Aksi solidaritas sempat digelar keluarga di kawasan Pasar Raya Padang. Bahkan, ayah korban mendatangi Balai Kota Padang untuk meminta penjelasan langsung atas kematian anaknya.
Tuntutan penegakan HAM
Habib menegaskan, status sosial korban sebagai pengamen tidak boleh menjadi alasan pengabaian hak asasi manusia.
“Status sosial seseorang sebagai pengamen tidak boleh membuat nyawanya dipandang sebelah mata. Jika ada prosedur yang dilanggar atau tindakan kekerasan yang melampaui batas, maka pelakunya harus ditindak tegas agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi tidak runtuh,” tegasnya.
Sementara itu, LBH Padang telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan mendesak dilakukannya autopsi serta penyelidikan menyeluruh.
Mahasiswa kawal proses hukum
HMI bersama elemen mahasiswa lainnya menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga fakta sebenarnya terungkap. Mereka menuntut keadilan bagi keluarga korban sekaligus memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam penanganan oleh aparat.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Kota Padang, dengan harapan penegakan hukum dilakukan secara transparan dan akuntabel. (*/Redaksi)



