PADANG, ALINIANEWS.COM – Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kota Padang pada Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut menghanguskan satu unit kantin sekolah dan sebuah gudang di kawasan permukiman padat, dengan total kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa pertama terjadi di kantin SMA Negeri 10 Padang yang berlokasi di Jalan Situjuh, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan kejadian pada pukul 14.34 WIB.
Petugas tiba di lokasi empat menit kemudian, mengingat jarak yang hanya sekitar satu kilometer dari pos terdekat. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.03 WIB.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu aktivitas memasak di kantin sekolah.
“Kebakaran tersebut diduga bermula saat aktivitas memasak berlangsung. Api tiba-tiba membesar dari kompor gas dan memicu kepanikan di lokasi. Saksi yang berada di tempat kejadian segera melaporkan insiden tersebut ke petugas pemadam,” kata Rinaldi.
Akibat kejadian ini, satu unit kantin berukuran sekitar 4×2 meter persegi mengalami kerusakan. Selain itu, seorang pria bernama Janatul Fadil (47), yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mengalami luka bakar.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp25 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset sekolah senilai sekitar Rp1 miliar dan mencegah api merambat ke bangunan utama dengan potensi terdampak seluas 1.000 meter persegi.
“Dalam penanganan kejadian ini, sebanyak tiga unit armada dikerahkan dengan total 50 personel. Situasi lokasi yang berada di dalam lingkungan sekolah memungkinkan akses relatif cepat bagi kami memadamkan api,” ujar Rinaldi.
Belum lama setelah penanganan kebakaran pertama, Damkar Kota Padang kembali menerima laporan kebakaran kedua pada pukul 16.52 WIB. Kali ini, api melanda sebuah gudang di Jalan Damai, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
Petugas merespons laporan tersebut dalam waktu satu menit dan tiba di lokasi pukul 16.59 WIB setelah menempuh jarak sekitar 2,2 kilometer dari Pos 3 Koto Tangah.
“Api diketahui sudah dalam kondisi membesar saat pertama kali terlihat oleh saksi. Tanpa menunggu lama, laporan segera disampaikan kepada pihak berwenang,” kata Rinaldi.
Kebakaran kedua menghanguskan satu unit gudang berukuran sekitar 4×4 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
“Sebanyak empat armada dikerahkan dengan dukungan 60 personel untuk memastikan api benar-benar padam,” ujarnya.
Rinaldi mengakui, proses pemadaman di lokasi kedua menghadapi kendala berupa akses jalan yang sempit di kawasan permukiman padat. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Ia menambahkan, kedua peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan Call Center Padang Sigap 112 atau Mako Damkar 113 guna penanganan yang cepat dan tepat,” tuturnya.
Dinas Damkar Kota Padang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor maupun instalasi listrik, mengingat kelalaian kecil dapat memicu kebakaran dengan dampak besar terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.




