Bulog Gelontorkan 240 Ribu Ton Jagung Murah, Peternak Ayam Bisa Bernapas Lega

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Perum Bulog mulai mengguyur pasar dengan jagung pakan murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan di tengah tekanan berat yang dialami peternak unggas akibat tingginya harga pakan dan anjloknya harga ayam hidup serta telur di tingkat produsen.

Tak tanggung-tanggung, Bulog menyiapkan 240 ribu ton jagung SPHP yang mulai disalurkan ke berbagai daerah sentra peternakan di Indonesia sejak Sabtu (9/5/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan program tersebut difokuskan untuk membantu peternak ayam dan sektor peternakan lainnya agar tidak semakin terbebani lonjakan harga jagung.

Iklan

“Untuk SPHP jagung sejak kemarin hari Sabtu kami sudah luncurkan ke seluruh Tanah Air, khususnya di sentra-sentra peternakan ayam maupun peternakan-peternakan yang lain, untuk mengurangi kenaikan harga jagung yang terlalu tinggi,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Jagung SPHP itu dijual dengan harga Rp5.500 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“240 ribu ton untuk SPHP jagung sudah. Harganya Rp5.500 per kilonya, sesuai dengan HET,” katanya.

Rekor Baru Serapan Jagung Bulog

Di tengah peluncuran program tersebut, Bulog juga mencatat pencapaian besar dalam penyerapan jagung nasional. Hingga Mei 2026, serapan jagung Bulog telah mendekati 300 ribu ton, angka yang disebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

BACA JUGA  Hercules Ngaku Pernah Ditawari Tinggal di Hambalang oleh Prabowo: “Takut Saya Dibunuh Orang”

“Serapan jagung sekarang sudah hampir 300 ribu ton dan ini juga capaian yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” kata Rizal.

Capaian itu melonjak hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, total serapan jagung Bulog hanya berada di kisaran 102 ribu ton.

“Stok Bulog sampai 300 ribu ton jagung itu sudah capaian yang tertinggi, dan tahun lalu hanya mencapai 102 ribu ton,” ujarnya.

Lonjakan serapan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta Bulog melakukan pengadaan minimal satu juta ton jagung pipilan kering pada 2026.

Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah Tahun 2026-2029 yang diteken pada 25 Maret 2026.

Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani.

Harga Ayam dan Telur Tertekan

Program SPHP jagung digulirkan di tengah kondisi peternak unggas yang sedang tertekan akibat turunnya harga jual ayam dan telur.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan harga ayam hidup per 3 Mei 2026 berada di level Rp23.401 per kilogram. Angka itu masih di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp25 ribu per kilogram.

Harga tersebut juga turun dibanding awal April yang berada di kisaran Rp23.696 per kilogram.

BACA JUGA  SE BGN Nomor 11 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan SPPG Berusia di Atas 50 Tahun

Kondisi serupa terjadi pada telur ayam ras. Harga rata-rata telur di tingkat produsen tercatat Rp24.890 per kilogram, turun dari awal April sebesar Rp25.642 per kilogram. Padahal pemerintah menetapkan HAP telur ayam ras di angka Rp26.500 per kilogram.

Untuk menekan biaya produksi peternak, pemerintah akhirnya menggelontorkan jagung pakan murah melalui SPHP.

Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan program tersebut menyasar lebih dari 5.000 peternak mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi dengan total populasi sekitar 53 juta ekor unggas.

“Total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton dan dapat berlangsung hingga akhir 2026,” ujar Maino dalam keterangannya.

Menurutnya, cakupan program tahun ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya yang hanya menjangkau 17 provinsi.

“Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi. Artinya provinsi lain yang selama ini mungkin belum terinformasikan atau belum mengajukan, di tahun 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementerian Pertanian,” katanya.

Penyaluran SPHP jagung dilakukan melalui koperasi maupun asosiasi peternak yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026.

Bapanas juga mengingatkan agar distribusi jagung SPHP di wilayah sentra produksi tetap memperhatikan musim panen dan harga jagung di tingkat petani agar tidak memukul harga hasil panen lokal. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses