JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya, Hercules Rosario Marshal, mengungkap hubungan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Dalam pidatonya, Hercules menyebut organisasinya telah setia mendampingi Prabowo sejak lama hingga akhirnya berhasil mengantarkan Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi Presiden RI.
“Alhamdulillah GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, alhamdulillah kita mengantarkan Bapak Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto masuk Istana Negara,” kata Hercules di hadapan ribuan kader.

Menurut Hercules, perjuangan GRIB Jaya dilakukan bukan karena kekuatan materi, melainkan loyalitas dan solidaritas kader.
“Itu saya ingatkan GRIB Jaya, GRIB Jaya juga bagian peran besar tanpa dimodali dengan siapa-siapa. Dengan loyalitas GRIB, kekompakan, kesetiaan, hati merah putih,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hercules juga meminta seluruh kader GRIB Jaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pemerintahan Prabowo berlangsung.
“Ayo mari kita jaga Indonesia, kita jaga GRIB Jaya yang berada di seluruh provinsi mengambil bagian peran untuk menjaga kamtibmas, menghormati hukum, enggak boleh arogan, merangkul masyarakat yang lebih-lebih masyarakat yang susah, masyarakat yang kurang makan,” katanya.
Pidato Hercules kemudian menarik perhatian ketika ia mengungkap pernah ditawari tinggal di Hambalang oleh Prabowo. Tawaran itu, kata dia, muncul karena dirinya kerap tampil keras menghadapi lawan politik Prabowo.
“Teman-teman, saya ditawarkan, ditawarkan suruh tinggal di Hambalang. Karena saya pidato keras, semua lawan-lawan politik aku tantang semua, aku tantang semua. Jadi dia khawatir takutnya saya diapa-apain orang, dibunuh orang,” ujar Hercules.
Ia mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan Prabowo, termasuk terhadap keluarga dan anak istrinya. Meski demikian, tawaran tersebut akhirnya ia tolak.
“Saya bilang, ‘Bapak Prabowo, kalau saya dukung Bapak, saya takut mati, saya nggak usah dukung Bapak’,” ungkapnya.
“Terima kasih buat Bapak. Bapak punya perhatian buat saya luar biasa. Perhatian buat saya dan anak istri saya luar biasa. Saya tidak bisa lupakan,” sambung Hercules.
Tak hanya berbicara soal loyalitas terhadap Prabowo, Hercules juga melontarkan kritik keras kepada tokoh senior nasional Amien Rais. Ia menilai pernyataan Amien terkait hubungan Presiden Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tidak pantas disampaikan ke publik.
“Beliau itu, Pak Amien Rais itu kita sangat menghormati, angkat jempol. Tapi mungkin karena mungkin orang udah tua kali ya, usia sudah sepuh ya, jadi artinya mengeluarkan kata-kata yang seolah-olah Bapak Presiden itu punya hubungan kedekatan dengan Seskab-nya,” kata Hercules.
Ia pun mengingatkan Amien Rais agar menjaga tutur kata sebagai tokoh bangsa.
“Apalagi seorang Amien Rais, seorang tokoh besar. Saya ingatkan untuk jangan lagi kayak bicara kayak anak-anak, kayak preman pasar kaki lima begitu,” tegasnya.
Nama pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani, turut disinggung dalam pidato tersebut. Hercules memperingatkan pihak-pihak yang disebutnya terus menggulirkan narasi pemakzulan terhadap Presiden Prabowo.
“Kamu jual saya beli, kamu paksakan saya borong! Hati-hati Anda. Jangan seenaknya orang makan cabai pedas, enak banget lu! Kemarin lu nggak dukung ya udah kalah ya diamlah,” tandas Hercules.
Sebelumnya, Saiful Mujani telah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang viral di publik. Ia membantah tudingan makar dan menyebut kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari keterlibatan politik warga negara dalam sistem demokrasi. (*/Rel)




