Menjemput Panggilan Allah: Penutupan Manasik Haji KBIHU Alinia–Adz Dzikra Penuh Hikmah dan Spirit Keikhlasan
Alinia Park & Resort, 27 Desember 2025 — Suasana penuh kekhusyukan dan keteduhan spiritual menyelimuti penutupan kegiatan Manasik Haji Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KBIHU Alinia bekerja sama dengan KBIHU Adz Dzikra, diikuti oleh 40 orang Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi penutup rangkaian bimbingan teknis manasik, tetapi juga menjadi ruang penyucian niat, penguatan iman, dan pemantapan kesiapan ruhani para calon tamu Allah sebelum menapaki perjalanan suci ke Tanah Haram.
Acara ini turut dihadiri oleh Hamid Arwani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya, Drs. H. Marlis, MM, C.Med selaku Pembina KBIHU Alinia, Ustadz Rudi (Staf KBIHU Alinia), serta jajaran pembimbing dari KBIHU Adz Dzikra.


Fasilitas Manasik Representatif, Menghadirkan Nuansa Tanah Suci
Salah satu keunggulan utama KBIHU Alinia adalah ketersediaan fasilitas manasik haji yang lengkap dan representatif, yang dibangun di atas lahan seluas ± 8.000 meter persegi, berlokasi di kawasan Destinasi Wisata Alinia Park & Resort, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.
Di kawasan ini, para calon jemaah dapat melakukan simulasi manasik secara nyata dan menyeluruh, mulai dari: Miniatur Ka’bah sebagai pusat latihan thawaf, Bukit Shafa dan Marwah untuk praktik sa’i, Area Jumrah untuk simulasi lontar jumrah, hingga replika Bukit Jabal Rahmah yang menghadirkan nuansa reflektif dan spiritual sebagaimana di Arafah.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman manasik yang mendekati kondisi sebenarnya di Tanah Suci, sehingga para jamaah tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan makna ibadah secara mendalam.
Tak hanya itu, KBIHU Alinia juga dilengkapi dengan ruang pertemuan yang representatif, nyaman, dan modern, yang digunakan untuk pembekalan materi, tausiyah, serta pembinaan mental dan spiritual jamaah.
Manasik sebagai Proses Penyucian Jiwa
Dalam sambutannya, Hamid Arwani, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Dharmasraya, menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembentukan kepribadian muslim yang paripurna.
> “Manasik bukan hanya tentang tata cara ibadah, tetapi tentang bagaimana hati dibersihkan, niat diluruskan, dan jiwa disiapkan untuk menjadi tamu Allah yang sebenar-benarnya. Inilah esensi haji yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan KBIHU Alinia yang dinilai konsisten menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas, profesional, dan sarat nilai spiritual.
Haji Adalah Panggilan Ilahi, Bukan Sekadar Perjalanan Fisik
Sementara itu, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, selaku Pembina KBIHU Alinia, menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh calon jamaah.
> “Haji adalah panggilan Allah. Tidak semua yang mampu secara materi bisa berangkat, tetapi mereka yang Allah pilihlah yang dipanggil. Maka luruskan niat, jaga adab, dan ikhlaskan hati. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah dan setiap ujian sebagai jalan menuju kedewasaan iman,” ungkapnya penuh keteduhan.
Ia juga menekankan bahwa manasik bukan sekadar persiapan perjalanan fisik, melainkan proses pembentukan akhlak dan kesadaran spiritual yang kelak tercermin dalam kehidupan sosial sepulang dari Tanah Suci.
> “Semoga seluruh jamaah kembali sebagai pribadi yang lebih tawadhu, lebih peduli, dan menjadi teladan kebaikan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menjadi Cahaya Kebaikan dari Tanah Suci
Acara penutupan dilanjutkan dg Praktek bersama di Lokasi KBIHU Alinia, sembari memohon agar seluruh calon jemaah diberikan: kesehatan lahir dan batin, kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, keselamatan hingga kembali ke tanah air, serta dianugerahi haji yang mabrur dan mabruroh.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen KBIHU Alinia dan KBIHU Adz Dzikra dalam menghadirkan pelayanan haji yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pembinaan umat — sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. (*/Marlis )




