APCHADA Sumbar Hadir di Saat Paling Sulit
Solidaritas Pengusaha Closed House Bangkitkan Harapan Peternak Korban Banjir Bandang Padang
Padang, 23 Des 2025 – Di tengah duka dan kepedihan yang menyelimuti Gunung Nago, Kota Padang, sebuah peristiwa kemanusiaan kembali menegaskan arti solidaritas sejati di dunia usaha peternakan. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu telah meluluhlantakkan kandang ayam sistem closed house milik Zulkifli, peternak lokal yang juga seorang ASN di Kantor Gubernur Sumbar.

Kandang ayam berkapasitas 10.000 ekor, yang telah beroperasi dan dibangun dengan penuh perjuangan selama kurang lebih 8 tahun, hanyut tak berbekas diterjang derasnya arus banjir bandang. Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materi, tetapi juga mengguncang sendi kehidupan keluarga dan keberlanjutan usaha peternakan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi.
Namun, di balik kehancuran itu, harapan kembali tumbuh.
Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab moral sesama pelaku usaha, Pengurus dan Anggota APCHADA SUMBAR (Asosiasi Pengusaha Closed House) secara gotong royong menghimpun donasi sebesar Rp10.000.000. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Drs. H. Marlis, MM, C.Med, selaku Ketua Umum APCHADA Provinsi Sumatera Barat, kepada Zulkifli, dalam suasana penuh empati yang berlangsung di Katagiaan Resto, Padang.
Penyerahan bantuan ini turut didampingi oleh jajaran pengurus APCHADA Sumbar, yakni A. Dt. Endah Marajo (Sekretaris), Anda Patra (Wakil Ketua), Yulia Reni (Bendahara), Rahmat, serta pengurus lainnya—menjadi simbol kekompakan dan kekuatan kolektif organisasi dalam menghadapi musibah bersama.
APCHADA: Organisasi Resmi, Legal, dan Berbasis Profesionalisme
APCHADA (Asosiasi Pengusaha Closed House) merupakan organisasi formal yang menjadi wadah berhimpunnya para pengusaha dan peternak ayam dengan sistem closed house di Indonesia. Organisasi ini memiliki legalitas resmi dari Pemerintah, serta dibentuk untuk memperkuat profesionalisme, keberlanjutan usaha, dan solidaritas antarpeternak modern.
Sebagai organisasi yang sah dan terstruktur, APCHADA tidak hanya berperan dalam penguatan aspek bisnis dan teknologi peternakan, tetapi juga aktif menjalankan fungsi sosial, advokasi, dan kemanusiaan, terutama ketika anggotanya menghadapi bencana dan kondisi darurat.
> “Musibah ini bukan hanya duka saudara Zulkifli, tetapi duka seluruh keluarga besar APCHADA,” tegas Marlis, Ketua Umum APCHADA Sumbar.
“APCHADA adalah organisasi yang dibangun di atas nilai kebersamaan. Kami hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa semangat bahwa peternak tidak boleh berjalan sendiri. Donasi ini adalah wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial kami sebagai organisasi resmi yang berkomitmen pada keberlanjutan usaha anggotanya.”
Sementara itu, Zulkifli, sebagai penerima donasi, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
> “Kandang saya memang hilang, tetapi hari ini saya merasakan harapan yang besar. Dukungan dari APCHADA Sumbar memberi saya kekuatan untuk bangkit kembali. Terima kasih atas kepedulian dan kebersamaan yang luar biasa ini,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tantangan dunia usaha peternakan yang penuh risiko, masih tumbuh kuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong. APCHADA Sumbar kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai rumah besar bagi para peternak closed house—hadir di saat sukses dirayakan, dan berdiri tegak di saat musibah datang.
Di tengah ganasnya banjir yang menghanyutkan segalanya, kepedulian dan solidaritas menjadi jangkar yang menahan harapan agar tetap hidup. (*/ Redaksi )




