spot_img
spot_img

Calon Presiden Kolombia Miguel Uribe Meninggal Dunia, Dua Bulan Usai Ditembak Saat Kampanye

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Kolombia berduka. Miguel Uribe Turbay, senator dan kandidat calon presiden 2026, meninggal dunia pada Senin (11/8/2025), dua bulan setelah ditembak saat berkampanye di ibu kota. Kabar duka ini disampaikan langsung sang istri, Maria Claudia Tarazona, yang selama ini setia mendampingi perjuangan suaminya di rumah sakit.

“Beristirahatlah dalam damai, cinta dalam hidupku. Terima kasih atas hidup yang penuh cinta,” tulis Tarazona di Instagram, dilansir AFP, Selasa (12/8/2025).

Uribe, 39 tahun, adalah cucu mantan Presiden Julio Cesar Turbay (1978–1982) dan politisi sayap kanan dari partai oposisi terbesar, Pusat Demokratik. Pada 7 Juni lalu, ia ditembak di kepala dan kaki oleh seorang pembunuh bayaran berusia 15 tahun saat menggelar rapat umum di distrik Fontibón, Bogotá.

Iklan

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi Uribe memburuk pada Sabtu (9/8) akibat pendarahan otak baru. Yayasan Santa Fe de Bogotá, rumah sakit tempatnya dirawat, menyatakan ia berada dalam kondisi kritis akibat “episode hemoragik di sistem saraf pusat”. Nyawanya tak tertolong.

Tersangka dan Dalang Ditangkap


Polisi Kolombia telah menangkap enam orang terkait penembakan ini, termasuk pelaku remaja yang ditangkap di lokasi kejadian oleh pengawal Uribe. Penatua Jose Arteaga Hernandez alias “El Costeño” disebut sebagai dalang, dan pihak berwenang menuding kelompok pembangkang FARC ikut terlibat.

Presiden Kolombia periode 2018–2022, Ivan Duque Marquez, yang berasal dari partai yang sama, menyebut kematian Uribe sebagai kehilangan besar.
“Kolombia berduka, tapi kita tidak akan menyerah kepada para penjahat yang telah merenggut nyawa seorang pemuda yang mengagumkan,” tegas Duque.

BACA JUGA  Prabowo: Pemerintah Masih Evaluasi Penetapan Status Darurat Nasional Bencana di Sumatera

Wakil Presiden Francia Márquez juga menyerukan diakhirinya kekerasan politik.
“Demokrasi harus dibangun di atas rasa hormat dan dialog, bukan senjata atau pertumpahan darah,” ujarnya.

Dua hari sebelum serangan, Uribe telah memperingatkan bahwa Kolombia berisiko “terjerumus kembali ke siklus kekerasan masa lalu” jika pemerintah tetap melanjutkan kebijakan “perdamaian penuh” dengan kelompok bersenjata dan milisi narkoba.

Tragedi ini menambah catatan kelam politik Kolombia. Pada era kartel narkoba 1980–1990-an, empat kandidat presiden dibunuh. Ibunda Uribe, jurnalis Diana Turbay, juga menjadi korban kartel Medellín pada 1991.

Jenazah Miguel Uribe akan disemayamkan hingga Rabu (13/8) untuk penghormatan terakhir. Kolombia kini kehilangan salah satu tokoh muda yang dianggap membawa harapan perubahan—nyawanya direnggut di tengah perjuangan membangun demokrasi yang bebas dari peluru.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses