BV Cafe Melaka: Menikmati Senja, Kuliner Halal, dan Lalu-Lalang Boat Wisata
Oleh: Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( CEO ALINIA GROUP )
BV CAFE MELAKA, 19 Juni 2026 – Jika berkunjung ke Kota Melaka, Malaysia, salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan adalah menikmati suasana sore hingga malam hari di kawasan tepian Sungai Melaka yang begitu hidup dan memikat. Di antara deretan cafe yang berjajar di sepanjang sungai tersebut, terdapat sebuah tempat yang cukup menarik perhatian, yaitu BV Cafe.

Cafe yang berdiri sejak tahun 2022 ini dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Bala. Meski usianya relatif masih muda, BV Cafe telah menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan maupun masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana santai dengan sajian makanan dan minuman yang halal.
Saat berkunjung ke cafe tersebut, kami sempat berbincang dengan salah seorang waiter bernama Rana Khan, pria ramah asal Bangladesh yang telah bekerja di BV Cafe selama kurang lebih dua tahun. Dengan senyum khasnya, Rana melayani para pengunjung yang datang silih berganti sejak sore hari hingga larut malam.
Menurutnya, waktu paling ramai adalah mulai menjelang senja hingga sekitar pukul 01.00 dini hari. Tidak heran, karena lokasi cafe yang berada tepat di pinggir Sungai Melaka menawarkan pemandangan yang sulit ditolak oleh siapa pun.
Duduk santai di kursi-kursi yang menghadap sungai, sambil menyeruput kopi hangat atau menikmati hidangan khas yang tersedia, pengunjung akan disuguhi pemandangan boat wisata yang hilir mudik membawa wisatawan dari berbagai negara. Lampu-lampu warna-warni yang menghiasi tepian sungai berpadu dengan pantulan cahaya di permukaan air menciptakan suasana yang romantis sekaligus menenangkan.
Setiap beberapa menit, boat wisata melintas perlahan sambil membawa para penumpang yang tampak antusias mengabadikan keindahan Sungai Melaka. Sesekali terdengar suara tawa dan percakapan para wisatawan yang menambah semarak suasana malam.
Bagi kami, daya tarik utama BV Cafe bukan semata-mata pada menu yang disajikan, tetapi pada pengalaman menikmati kehidupan kota tua Melaka dari sudut yang berbeda. Di tempat ini, pengunjung dapat merasakan bagaimana sektor wisata, kuliner, dan tata kelola kawasan sungai berpadu menjadi sebuah atraksi yang hidup dan berkelanjutan.
Melihat suasana tersebut, tidak dapat dipungkiri muncul rasa kagum sekaligus harapan. Andai konsep wisata sungai yang tertata rapi, bersih, dan hidup seperti ini dapat diwujudkan di Kota Padang, tentu akan menjadi daya tarik wisata baru yang luar biasa. Sungai tidak lagi dipandang sebagai bagian belakang kota, melainkan menjadi wajah depan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, kuliner, dan sektor pariwisata secara bersamaan.
Malam semakin larut, boat wisata masih terus melintas, pengunjung tetap berdatangan, sementara alunan musik dari beberapa cafe di sepanjang sungai terdengar mengiringi suasana. Di BV Cafe, secangkir kopi dan pemandangan Sungai Melaka ternyata mampu menghadirkan pengalaman sederhana yang sulit untuk dilupakan.
Melaka mengajarkan bahwa sungai yang dikelola dengan baik bukan hanya menjadi saluran air, tetapi juga dapat berubah menjadi panggung wisata yang menghadirkan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. (*/ Marlis – CEO ALINIA GROUP )




