DHARMASRAYA MENUJU SENTRAL PISANG SUMATERA

DHARMASRAYA MENUJU SENTRAL PISANG SUMATERA

“Dharmasraya Sudah Jalan, Ketika Daerah Lain Masih Tidur”

Oleh : Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( Pembina Alinia Foundation )

Iklan

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional dan lahirnya peluang ekonomi baru dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kabupaten Dharmasraya sesungguhnya memiliki kesempatan emas untuk mengambil posisi strategis sebagai Sentral Pisang Sumatera.

Gagasan ini bukan sekadar ambisi daerah atau slogan pembangunan. Ia lahir dari analisis terhadap potensi riil yang dimiliki Dharmasraya, baik dari aspek geografis, agroklimat, kebutuhan pasar, maupun momentum kebijakan nasional yang sedang berkembang saat ini.

Secara geografis, Dharmasraya berada pada posisi yang sangat strategis. Kabupaten ini merupakan titik pertemuan tiga provinsi besar di Pulau Sumatera, yaitu Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Posisi tersebut menjadikan Dharmasraya memiliki keunggulan logistik yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Dari wilayah ini, distribusi hasil pertanian dapat menjangkau berbagai pasar dengan biaya yang relatif lebih efisien.

Di sisi lain, kondisi agroklimat Dharmasraya sangat mendukung untuk pengembangan tanaman pisang. Struktur tanah yang subur, ketersediaan lahan yang luas, serta iklim tropis yang stabil menjadikan pisang sebagai salah satu komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan secara masif dan berkelanjutan.

Peluang Besar dari Program MBG

Hadirnya Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu Program Strategis Nasional Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menciptakan kebutuhan pangan dalam jumlah yang sangat besar dan berlangsung setiap hari.

BACA JUGA  Motor Listrik MBG Diduga Dimark Up, Komisaris Perusahaan Langsung Ditahan

Di dalam komposisi menu MBG, buah merupakan komponen wajib untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Dari berbagai jenis buah yang tersedia, pisang memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu pilihan utama.

Pisang mudah dibudidayakan, memiliki kandungan gizi yang baik, disukai oleh anak-anak, mudah didistribusikan, serta memiliki masa produksi yang relatif singkat dibandingkan banyak komoditas perkebunan lainnya.

Artinya, jika gerakan penanaman pisang dilakukan hari ini, maka hasilnya sudah dapat dirasakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ini berbeda dengan komoditas lain yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan.

Lebih penting lagi, kebutuhan pisang untuk mendukung ribuan dapur MBG di Sumatera dan Indonesia akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi.

Pertanyaannya sederhana: Mengapa peluang sebesar ini tidak diambil oleh Dharmasraya?

36250

Gerakan Massal Menanam Pisang

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, dibutuhkan sebuah gerakan yang terencana dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, saya memandang perlu adanya Gerakan Massal Menanam Pisang Kabupaten Dharmasraya yang dikomandoi secara langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya.

Gerakan ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain:

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga;

Optimalisasi lahan kosong dan lahan tidur;

Pengembangan kebun pisang rakyat;

Program penanaman pisang di sekolah, pesantren, dan fasilitas publik;

Pembentukan sentra pembibitan pisang unggul;

Pendampingan kelompok tani dan BUMNag.

BACA JUGA  Viral Tudingan MBG Bagi-Bagi Keuntungan ke Prabowo

Apabila setiap rumah tangga menanam beberapa batang pisang produktif saja, maka dalam waktu singkat Dharmasraya akan memiliki jutaan pohon pisang yang siap menghasilkan.

Ini bukan program yang rumit. Ini adalah gerakan rakyat yang sederhana tetapi memiliki dampak ekonomi yang luar biasa.

Bibit Harus Menjadi Prioritas

Agar gerakan ini dapat berjalan cepat, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan bibit dalam jumlah besar dan berkualitas.

Pendanaan pengadaan bibit dapat bersumber dari:

APBD Kabupaten Dharmasraya;

APBN melalui Kementerian Pertanian;

Program CSR perusahaan swasta;

Program TJSL BUMN;

Dukungan perbankan dan lembaga keuangan;

Partisipasi dunia usaha serta masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, penyediaan bibit bukanlah persoalan yang sulit untuk diwujudkan.

Yang lebih penting adalah adanya keberanian untuk memulai dan komitmen untuk menjadikannya sebagai gerakan bersama.

Saatnya Dinas Pertanian Menyusun Roadmap

Saya berharap Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya dapat segera menyusun konsep dan roadmap pengembangan pisang yang lebih aplikatif, lengkap dengan target produksi, kebutuhan bibit, kawasan pengembangan, sistem pendampingan, serta strategi pemasaran yang terintegrasi dengan kebutuhan Program MBG.

Konsep tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk meluncurkan secara resmi Gerakan Dharmasraya Sentral Pisang Sumatera yang melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, BUMN, hingga masyarakat.

Karena sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan hanya kebun pisang.

BACA JUGA  Tambang Ilegal Makin Marak, Pemprov Sumbar Awasi SPBU dan Distribusi BBM

Kita sedang membangun sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kita sedang membangun ketahanan pangan daerah.

Kita sedang membangun rantai pasok buah lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Dan yang paling penting, kita sedang membangun masa depan ekonomi Dharmasraya yang lebih kuat dan mandiri.

Jangan menunggu daerah lain bergerak lebih dahulu.

Jangan menunggu peluang ini direbut oleh pihak lain.

Karena dalam pembangunan, yang menjadi pemenang bukan selalu yang paling besar, tetapi mereka yang paling cepat membaca peluang dan segera bertindak.

“Dharmasraya Sudah Jalan, Ketika Daerah Lain Masih Tidur.”

———  S. E. M. O. G. A  —————

Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( Pembina Alinia Foundation  / Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses