RUMAH ITU TAK LAGI MILIKNYA, TAPI MENJADI MILIK MASA DEPAN BANGSA: KISAH HEROIK DESEMBERIUS MEMBANGUN SPPG MBG

RUMAH ITU TAK LAGI MILIKNYA, TAPI MENJADI MILIK MASA DEPAN BANGSA: KISAH HEROIK DESEMBERIUS MEMBANGUN SPPG MBG

Oleh: Drs. H. Marlis, MM, C.Med

Di saat banyak orang masih meragukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang pensiunan ASN Pemerintah Kota Padang justru memilih mengambil jalan yang berbeda. Ketika sebagian masyarakat bersikap skeptis, menunggu kepastian, bahkan menganggap program tersebut mustahil berjalan, Desemberius justru melihat sebuah harapan besar bagi masa depan bangsa.

Iklan

Tahun 2025 menjadi titik awal perjalanan itu.

Saat Program MBG mulai diperkenalkan oleh Pemerintah, situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian. Petunjuk teknis belum tersedia secara lengkap, mekanisme operasional belum jelas, dan hampir tidak ada contoh nyata yang bisa dijadikan rujukan. Bagi sebagian besar orang, kondisi tersebut merupakan alasan untuk menunggu.

Namun bagi Desemberius, ketidakpastian justru menjadi panggilan untuk bergerak.

Dengan penuh kesabaran, ia mulai mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Ia mempelajari setiap perkembangan yang muncul, mengikuti dinamika kebijakan, berdiskusi dengan banyak pihak, dan terus memperdalam pemahamannya tentang Program MBG.

Keyakinannya sederhana, tetapi kuat.

Ia percaya bahwa program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan membangun generasi sehat Indonesia ini akan menjadi salah satu program strategis terbesar dalam sejarah bangsa.

Maka ketika Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menerbitkan berbagai petunjuk teknis dan regulasi yang lebih jelas, Desemberius tidak lagi menunggu.

BACA JUGA  Bank Nagari Buka-Bukaan Soal Temuan BPK dan Fraud di Tiga Cabang, Ini Penjelasannya

Ia mengambil keputusan besar yang mungkin tidak akan berani diambil oleh banyak orang.

Dalam sebuah musyawarah keluarga, Desemberius menyampaikan niatnya untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keputusan yang lahir dari diskusi tersebut sungguh luar biasa.

Keluarganya sepakat untuk mengalihfungsikan rumah pribadi mereka yang terletak di Komplek Cendana Mata Air, Kota Padang, dengan luas sekitar 450 meter persegi, menjadi SPPG.

Artinya, rumah yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh, berkumpul, dan membangun kenangan keluarga harus dikosongkan demi sebuah cita-cita yang lebih besar.

Mereka rela meninggalkan rumah sendiri dan menyewa rumah lain sebagai tempat tinggal.

Sebuah keputusan yang tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga pengorbanan yang luar biasa.

Rumah itu tak lagi menjadi sekadar tempat tinggal.

Rumah itu berubah menjadi dapur harapan.

Rumah itu berubah menjadi pusat pengabdian.

Rumah itu berubah menjadi bagian dari perjuangan membangun masa depan bangsa.

Dengan dana yang terbatas, Desemberius mulai membangun. Bersama dukungan keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya, ia berjuang sedikit demi sedikit mewujudkan impian tersebut.

Tidak ada investor besar.

Tidak ada modal melimpah.

Yang ada hanyalah keyakinan, semangat gotong royong, dan keberanian untuk mengambil risiko.

Bulan demi bulan berlalu.

Hingga akhirnya SPPG tersebut berhasil rampung dan resmi beroperasi di bawah naungan Yayasan Badunsanak.

Hari ini, hasil perjuangan itu telah nyata dirasakan.

BACA JUGA  Rupiah Jebol ke Rp18.187 per Dolar AS, Pasar Mulai Cemas dengan MBG dan Kopdes Merah Putih?

Selama kurang lebih enam bulan beroperasi, SPPG tersebut berjalan dengan baik, melayani penerima manfaat secara berkelanjutan, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, serta menggerakkan roda ekonomi lokal tanpa kendala berarti.

Bagi Desemberius, keberhasilan tersebut bukanlah tentang keuntungan pribadi.

Lebih dari itu, ia melihat bagaimana sebuah dapur mampu menghadirkan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Kisah Desemberius menjadi bukti bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian.

Sebaliknya, masa pensiun dapat menjadi momentum lahirnya karya-karya besar yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Ia membuktikan bahwa seorang pensiunan ASN tetap dapat menjadi agen perubahan, tetap dapat menjadi entrepreneur sosial, dan tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara.

Keberanian Desemberius juga menjadi pelajaran penting bahwa semangat kewirausahaan sejati bukan semata-mata tentang mencari keuntungan, melainkan tentang keberanian melihat peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Saat banyak orang memilih menunggu kepastian, ia memilih menciptakan kepastian.

Saat banyak orang melihat risiko, ia melihat peluang pengabdian.

Saat banyak orang ragu, ia memilih melangkah.

Hari ini, Desemberius menjadi saksi hidup bagaimana Program Makan Bergizi Gratis telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.

Dengan penuh keyakinan ia menyampaikan kesaksiannya:

“Program MBG ini adalah program yang sangat HEBAT dan LUAR BIASA. Program ini bukan hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, membuka lapangan pekerjaan, dan membangun kemandirian bangsa. Saya bangga bisa menjadi bagian kecil dari perjuangan besar ini.”

BACA JUGA  Pengadaan Motor Listrik, Tablet hingga TV MBG Diduga Di-Mark Up, DPR Mengaku Tak Tahu

Di penghujung perbincangan, Desemberius menyampaikan sebuah kalimat yang lahir dari pengalaman, pengorbanan, dan perjalanan panjangnya membangun SPPG.

Kalimat yang sederhana, tetapi memiliki makna mendalam bagi siapa saja yang memilih jalan pengabdian.

“Memperjuangkan kemaslahatan memang lebih sulit daripada membuat kemaksiatan.”

Sebuah pesan yang mengingatkan bahwa setiap perubahan besar selalu membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan keteguhan hati.

Dan Desemberius telah membuktikannya.

Dari sebuah rumah di sudut Kota Padang, lahirlah sebuah dapur yang bukan lagi sekadar bangunan.

Ia telah menjelma menjadi simbol keberanian, semangat entrepreneur, dan pengabdian tanpa batas.

Sebuah bukti bahwa ketika niat baik dipadukan dengan keberanian bertindak, maka sebuah rumah sederhana pun dapat berubah menjadi milik masa depan bangsa. (*/ Marlis )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses